Duta Besar RI Cari Peluang Masuknya SDM Indonesia ke Kanada

​​​​​​FREDERICTON,NB – Beberapa sektor utama yang dapat diisi oleh tenaga kerja asing (TKA) di Provinsi New Brunswick, Kanada adalah pada sektor hospitality, IT (termasuk call centre), dan keperawatan (nurse dan caregiver).


“SDM bidang keperawatan di Provinsi New Brunswick mengalami defisit karena peningkatan penduduk usia lanjut. Kami ingin makin banyak masuknya TKA untuk mengisi posisi kerja tersebut” kata  Menteri Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Penduduk Provinsi New Brunswick Gilles  Lepage.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan di Indonesia yang mengalami surplus profesi nurse dan caregiver. “Dari 43ribu lulusan pendidikan keperawatan di seluruh Indonesia per tahun, hanya 15-17% terserap dalam angkatan kerja. Surplus keahlian tersebut diyakini dapat mengisi kebutuhan untuk profesi tersebut di luar negeri. Perawat Indonesia tergolong berkualitas dengan reputasi yang baik serta diakui sebagai salah satu  yang terbaik di Asia Tenggara ” kata Dubes RI Teuku Faizasyah kepada  Menteri Lepage saat kunjungan resmi ke Fredericton, NB tanggal 22 Maret 2018.

“Tantangan utama bagi masuknya profesi perawat asing ke Kanada (selain faktor bahasa) adalah kebutuhan penyetaraan/akreditasi profesi”, ungkap VP Academics University of New Brunswick, Dr. George Maclean saat menemui Dubes RI. Menyikapi persyaratan tersebut, diekplorasi beberapa solusi yang dapat diupayakan yaitu dimungkinkannya formulasi program keperawatan antara institusi pendidikan Indonesia dengan Universitas New Brunswick sehingga setelah lulus, dapat langsung bergabung dalam angkatan kerja Kanada.

Opsi lainnya adalah lulusan keperawatan Indonesia mengawali berkarir di Provinsi tersebut sebagai care giver dan selanjutnya mengambil akreditasi sektor keperawatan.

Tertarik dengan potensi kerja sama ketenaga kerjaan dengan Indonesia, Menteri Lepage berniat mengirim misi ketenagakerjaan ke Indonesia tahun ini guna mengekplorasi peningkatan tenaga kerja Indonesia ke Kanada dengan kolaborasi G-to-G dengan Kementerian/Lembaga Indonesia (Kementerian Ketenaga Kerjaan dan BNP2TKI).

Saat ini terdapat sekitar 56 WNI yang tinggal di Provinsi New Brunswick (sebagian besar adalah pekerja profesional dan ibu tumah tangga). Satu diantaranya adalah siswa yang berstudi mengambil program Business Administration di University of New Brunswick. Khairunnisa Intiar, salah satu WNI yang bekerja di kota Moncton, New Brunswick mengatakan masih banyak peluang untuk berhasil di New Brunswick – Itulah alasannya memutuskan untuk menetap di Provinsi ini.

Permasalahan demografi dan pertumbuhan ekonomi yang terbatas  dihadapi Provinsi Atlantik Kanada lainnya. New Brunswick dengan penduduk sebanyak 715 ribu, PDB sebesar CA$ 34 juta, dan pertumbuhan PDB  sebesar 1,4%, sangat memerlukan masuknya tenaga kerja asing/imigran guna menopang perekonomiannya.

Dua program untuk memudahkan tenaga kerja asing masuk ke New Brunswick adalah melalui Atlantic Immigration Pilot Programme (target masuknya 2000 imigran per tahun) dan Provincial Nominee Programme. Kedua program tersebut mempercepat masuknya TKA dengan waktu proses penerbitan Izin tinggal Permanent Residence (PR) berkisar 6 bulan. Duta Besar RI mengharapkan melalui identifikasi sektor kebutuhan utama TKA dimaksud, dapat lebih  banyak WNI yang tertarik untuk berkarir di New Brunswick.

Saat kunjungan resmi, Duta Besar RI juga bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Jasa New Brunswick Serge Rousselle, Walikota Fredericton Mike O’Brian, dan Fredericton Chamber of Commerce guna meningkatkan kerja sama bilateral dalam berbagai bidang. (d.arief ed)​