Hubungan Bilateral


Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kanada dimulai sejak ditandatanganinya persetujuan kedua negara untuk masing-masing membuka perwakilan diplomatik pada tanggal 9 Oktober 1952. Pembukaan Perwakilan RI di Kanada tahun 1952, yang dikenal dengan nama “Legation Office", beralamat di Aylmer Road, Aylmer, Quebec. Pejabat diplomatik pertama yang ditunjuk memimpin Kantor Perwakilan RI adalah F.X. Maramis, SH, dalam kapasitas sebagai Charge d'Affaires.

Namun demikian, secara historis hubungan kedua negara sudah dimulai sejak tahun 1948, yaitu di tengah usaha Indonesia mencari dukungan politik serta pengakuan internasional di forum PBB atas kemerdekaannya yang diproklamasikan 17 Agustus 1945. Dalam hal ini, Jenderal McNaughton (Kanada) sebagai Presiden DK-PBB di tengah keadaan yang tidak menentu pada pasca-Perang Dunia II berperan dalam menentukan keberhasilan diadopsinya suatu resolusi yang pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Dukungan Kanada terus berlanjut melalui program Colombo Plan tahun 1950-an.

Sejak dibuka tahun 1952, telah ada 18 (delapan belas) Duta Besar RI yang bertugas di Ottawa.


Kerja Sama Politik Indonesia-Kanada

Forum Konsultasi Bilateral Indonesia-Kanada dimulai pada 30 Juli 1997 ketika Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Ali Alatas dan Menteri Luar Negeri Kanada, Loyd Axworthy menandatangani Deklarasi Bersama tentang Pembentukan Forum Konsultasi Bilateral. Forum ini berfungsi sebagai dasar bagi Indonesia dan Kanada untuk menyelenggarakan beragam kerangka kerja sama di berbagai isu yang mencakup bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya di mana kedua negara menaruh perhatian yang sama. Pertemuan pertama Forum tersebut berlangsung pada Mei 2011 di Ottawa sementara yang kedua diadakan di Yogyakarta pada Juni 2012.

Sebagai puncak Peringatan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Kanada pada tahun 2012, kedua negara menandatangani Deklarasi Bersama tentang Peningkatan Konsultasi Bilateral yang mengangkat Forum Konsultasi Bilateral ke tingkat yang lebih strategis di mana forum tersebut akan diselenggarakan di tingkat Menteri secara regular setiap tahu jika waktunya memungkinkan. Hubungan bilateral kemudian mengarah kepada kemitraan yang lebih komprehensif melalui peluncuran Rencana Aksi Indonesia-Kanada 2014-2019 saat pertemuan Forum Konsultasi Bilateral ke-4 pada Agustus 2015 di Jakarta. Plan of Action adalah peta jalan untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, ekonomi, pembangunan, sosial budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan hingga bidang strategis lainnya untuk Indonesia dan Kanada.

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Justin Trudeau bertemu di sela-sela pertemuan KTT G20 di Antalya, Turki pada November 2015 di mana kedua pemimpin membahas pentingnya untuk memperdalam hubungan kedua negara dan berbagi nilai-nilai yang sama tentang demokrasi, hak asasi manusia, kebebasan beragama dan pluralisme. Kemudian pada bulan September 2017, Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Perdana Menteri Trudeau di PBB di New York di mana kedua pemimpin membahas situasi di Myanmar dan potensi kerjasama yang mungkin dilakukan untuk membantu mengakhiri krisis kemanusiaan di negara tersebut. Menteri Luar Negeri Indonesia dan Kanada telah bertemu beberapa kali untuk membahas masalah bilateral. Pertemuan Menteri Luar Negeri baru-baru ini dilakukan di Montreal, Kanada, September 2018 ketika Menteri Retno Marsudi bertemu dengan Menteri Chrystia Freeland dalam 1st Women Foreign Ministers Meeting. Di tingkat Pejabat Senior, pejabat dari Kantor Urusan Global Kanada dan Kementerian Luar Negeri Indonesia bertemu pada bulan April 2018 di Jakarta untuk membahas masalah bilateral.

WMFF.jpg


Selanjutnya, kerja sama politik antara kedua negara juga dilakukan pada tataran legislatif. Indonesia-Kanada mendirikan Kelompok Persahabatan Parlemen Kanada-Indonesia (Canada-Indonesia Parliamentary Friendship Group/CIPFG) pada tanggal 27 April 2009 yang kemudian dihidupkan kembali pada bulan Oktober 2012 melalui penandatanganan Deklarasi Bersama antara Kelompok Parlemen Indonesia-Kanada dan Kelompok Persahabatan Parlemen Kanada-Indonesia. Sejak saat itu, anggota parlemen Indonesia dan Kanada sering bertukar kunjungan setiap tahun dan bekerja sama dalam forum parlemen internasional. Kedua parlemen bekerja bersama dan secara aktif berpartisipasi dalam Konferensi Global Persatuan Parlemen Muda Antar-Parlemen ke-4 yang diadakan di Kanada pada November 2017. Pada bulan Desember 2017 anggota dari Komite Tetap Urusan Luar Negeri dan Pembangunan Internasional, House of Commons Kanada telah mengunjungi Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat serta beberapa Menteri Kabinet. Sedangkan pada November 2018, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat bertemu dengan mitranya dari Kanada di Ottawa.

Indonesia dan Kanada juga bekerja bersama dalam forum regional dan internasional di mana kedua negara berbagi kepentingan yang sama seperti dalam kerangka Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Forum Regional ASEAN (ARF), G20 dan PBB. Indonesia dan Kanada juga memberikan dukungan timbal balik di forum internasional lain di mana keduanya merupakan negara anggota. Selain itu, Indonesia juga berkontribusi aktif dalam mempromosikan peran strategis ASEAN dan terus meningkatkan kemitraan yang sudah ada antara ASEAN dan Kanada melalui Komite ASEAN di Ottawa (ASEAN Committee in Ottawa/ACO).

 

Hubungan Ekonomi

Perdagangan

Perkembangan hubungan kerja sama perdagangan Indonesia-Kanada dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Neraca Perdagangan Indonesia-Kanada 2014-2018 (juta USD)

 

 20142015201620172018*
Ekspor Kanada ke Indonesia1,8361,4201,1011,3321,493
Impor Kanada dari Indonesia1,3761,3071,2231,3331,259
Volume3,2122,7272,3242,6652,752

*Januari-November 2018

Sumber: Innovation, Science and Economic Development Canada, www.ic.gc.ca

 

Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, volume perdagangan kedua negara mencapai nilai tertingginya pada tahun 2014 dengan total volume perdagangan mencapai USD 3,212 miliar. Walaupun pada tahun 2015 dan 2016 volume perdagangan antara kedua negara mengalami penurunan yaitu sebesar USD 2,727 miliar (2015) dan USD 2,324 milliar (2016) namun pada tahun 2016 Indonesia berhasil mencetak surplus perdagangan sejumlah USD 122 juta. Pada tahun 2017, volume perdagangan antara kedua negara mengalami kenaikan hingga mencapai USD 2,665 miliar dimana Indonesia kembali mencetak surplus perdagangan sebesar USD 1 juta terhadap Kanada dengan total impor sebesar USD 1,333 miliar.

Produk-produk ekspor Indonesia ke Kanada didominasi oleh produk karet, apparel, suku cadang peralatan elektronika dan mesin, nikel, alas kaki, furniture, kakao, kopi dan sebagainya Sementara itu, Indonesia melakukan impor dari Kanada untuk produk-produk perdagangan sereal, pupuk, peralatan elektronik, aluminium, bijih besi dan sebagainya.

Berikut gambaran kategorisasi komoditas perdagangan Indonesia-Kanada pada tahun 2017:

Kategorisasi Produk Impor dan Ekspor Indonesia-Kanada tahun 2017

 

No.Produk Impor Kanada dari IndonesiaProduk Ekspor Kanada ke Indonesia
Klasifikasi Produk%Klasifikasi Produk%
1.Rubber and Rubber Articles13.99Cereals33,28
2.Electrical Machinery and Equipment11.93Woodpulp; paper or paperboard scraps28.28
3.Woven Clothing and Apparel Articles10.55Fertilizers18.60
4.Knitted or Crocheted Apparel10.04Aircraft and Spacecraft2.99
5.Foowear6.94Boilers, mechanical appliances, etc2.56
6.Boilers, mechanical appliances, etc.4.97Ores, slag and ash2.48
7.Cocoa and Cocoa preparations4.20Fish, crustaceans, molluscs2.03
8.Coffee, tea, spices, etc.3.50Electrical machinery and equipment1.77
9.Fats, oils and waxes3.35Optical, medical, scientific, technical instrumentation0.96
10.Furniture and stuffed furnishings3.09Aluminium and alumunium articles0,88

Sumber: Asia Pacific Foundation of Canada (www.asiapacific.ca) diolah dari Industry Canada

(www.ic.gc.ca)


Investasi

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi langsung Kanada dalam 4 (empat) tahun berturut-turut adalah sebagai berikut:

 

 2014201520162017Jan-Sep 2018
Nilai Investasi164,2 103,4699,885,7122.15
Jumlah Proyek3434819675

            Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia

 

Pada tahun 2018, Kanada menempati peringkat ke-30 dari 120 negara investor asing Indonesia.

Indonesia merupakan negara tujuan investasi langsung Kanada kedua di kawasan Asia Tenggara dengan sektor sumber daya alam, jasa keuangan, infrastruktur dan telekomunikasi sebagai sektor investasi unggulan tujuan.

Diplomasi Ekonomi KBRI Ottawa

KBRI Ottawa secara aktif terus berupaya untuk terus mempromosikan sektor-sektor unggulan Indonesia guna meningkatkan hubungan kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan Kanada sekaligus menarik investasi dari Kanada ke Indonesia. Upaya diplomasi ekonomi yang telah dilakukan oleh KBRI Ottawa guna mencapai hal tersebut antara lain melalui pelaksanaan kegiatan promosi tahunan terpadu Perdagangan, Investasi dan Pariwisata (Trade, Tourism and Investment/TTI) Indonesian Festival yang bertujuan untuk mempromosikan produk-produk perdagangan khas Indonesia dan tujuan wisata unggulan Indonesia serta memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia kepada kalangan usaha dan masyarakat umum Kanada.

IndoFest 2018.jpg


KBRI Ottawa juga berupaya untuk mempertemukan kalangan pebisnis Kanada dengan para pemangku kepentingan terkait dari Indonesia, baik dari sektor pemerintah maupun swasta, melalui kegiatan Business Forum dan Investment Forum. Penyelenggaraan kegiatan sektor-sektor ekonomi potensial di Indonesia antara lain sumber energi terbarukan dan ekonomi kreatif dengan mengundang berbagai narasumber ahli baik dari Indonesia maupun Kanada.

Investment Forum 2018.jpg

Kerja sama bilateral di bidang ekonomi antara Indonesia dan Kanada juga mencakup berbagai bidang lainnya antara lain pembangunan, kehutanan, pertanian, perikanan dan ketenagakerjaan guna mencapai potensi maksimal yang dimiliki oleh kedua negara.  


Pendidikan, Sosial Budaya, dan Pariwisata

Pendidikan

KBRI Ottawa telah memfasilitasi kerja sama pendidikan tinggi antara Kanada dan Indonesia. Sejumlah kerja sama telah terjalin antara lain McGill University dan Kementerian Sosial RI (tahun 2014), University of Ottawa dan Kementerian Agama RI (tahun 2015), McGill University dan Kementerian Agama RI (tahun 2015), dan Carleton University dan Kementerian Agama RI (tahun 2016)

Setiap tahunnya, Indonesia menawarkan beasiswa Darmasiswa kepada mahasiswa Kanada, sebuah program beasiswa yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang berfokus pada seni budaya dan Bahasa Indonesia sejak tahun 1987. Hingga tahun 2018, penerima beasiswa Darmasiswa asal Kanada berjumlah 81 orang. Selain Darmasiswa, Indonesia juga menawarkan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan yang terdiri dari pelatihan dan pendidikan seni dan budaya Indonesia.


Sosial Budaya

Canada Day 2018.jpg

KBRI Ottawa secara aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya khususnya di wilayah Ibu Kota dan Provinsi Quebec dalam rangka memperkenalkan dan menghadirkan budaya Indonesia kepada publik setempat. KBRI Ottawa memberikan dukungan berbagai komunitas Indonesia maupun Friends of Indonesia dalam upaya mereka mempromosikan seni dan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan dan festival. Beberapa bentuk partisipasi dan dukungan kegiatan sosial budaya yaitu partisipasi dalam rangkaian perayaan Asian Heritage Month, parade budaya Canada Day di Montreal setiap tanggal 1 Juli, dan dukungan terhadap berbagai festival multikultural lainnya seperti di Quebec dan Fredericton.

Pariwisata​

OTVS 2018.jpg

Pariwisata Indonesia terus menjadi daya tarik bagi turis asal Kanada. Selama 5 (lima) tahun terakhir, jumlah wisatawan asal Kanada yang mengunjungi Indonesia terus meningkat dengan rata-rata 10% setiap tahunnya, yaitu 65.358 (2013), 68.432 (2014), 74.212 (2015), 86.804 (2016), dan 96.193 (2017). KBRI Ottawa terus mempromosikan pariwisata Indonesia melalui berbagai wadah promosi, seperti partisipasi dalam Pameran Pariwisata (Ottawa Travel and Vocation Show and International Tourism and Travel Show), serta promosi gabungan bekerja sama dengan komunitas Indonesia maupun Friends of Indonesia di Kanada.