KJRI Osaka menjadi tuan rumah pelatihan penanganan pelanggaran pemilu di luar negeri

Seiring dengan meningkatnya intensitas aktivitas kampanye, termasuk di luar negeri dan semakin dekatnya penyelenggaraan Pemilu 2019, Konsulat Jenderal RI Osaka bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyelenggarakan pelatihan penanganan pelanggaran Pemilu di luar negeri di Osaka, 1-3 Maret 2019.

 

Pelatihan tersebut diikuti oleh Anggota Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwaslu LN) dari Osaka, Tokyo, Seoul dan Hong Kong. Anggota Bawaslu RI Divisi Penindakan, Ratna Dewi Pettatolo turun tangan langsung memberikan materi pelatihan dan didukung oleh perwakilan dari Kejaksaan Agung, Polri dan Kementerian Luar Negeri RI yang turut menjadi narasumber.

 

Dalam paparannya, Ratna Dewi Pettatolo menjelaskan bahwa penanganan pelanggaran kampanye dan Pemilu di luar negeri akan berbeda dengan yang terjadi di dalam negeri karena berada di wilayah dan otoritas hukum yang beragam. Oleh karenanya, tidaklah mudah menangani suatu dugaan tindak pidana Pemilu yang terjadi di luar negeri. Harapannya, melalui pelatihan ini, para Anggota Panwaslu LN bisa memperoleh pemahaman lebih mendalam dan komprehensif tentang upaya pengawasan Pemilu di wilayah kerjanya masing-masing.

 

Konsul Jenderal RI Osaka, Mirza Nurhidayat dalam sambutan pembukanya menyampaikan harapannya agar Anggota Panwaslu LN dapat lebih yakin dan tegas menjalankan tugasnya sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta memberikan pencerahan dan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia terkait pengawasan Pemilu.

 

Panwaslu LN dibentuk dan berada di bawah koordinasi Bawaslu RI yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pelaksanaan Pemilu di luar negeri yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang merupakan perpanjangan tangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI . Saat ini terdapat 35 Panwaslu LN dan 132 PPLN di seluruh dunia, termasuk di Osaka dan Tokyo.