Kunjungan Presiden Joko Widodo ke India sebagai Puncak Rangkaian Kunjungan Para Pejabat Tinggi Negara dalam rangka Meningkatkan Hubungan Indonesia-India

Januari 2018 merupakan gong penanda peningkatan hubungan kerja sama Pemerintah Indonesia dan India dengan tingginya intensitas saling kunjung pejabat tinggi kedua negara. Bidang kerja sama yang menjadi perhatian adalah perdagangan, investasi, pertahanan, konektivitas, kemaritiman, dan counter-terrorism.

Puncak dari kunjungan-kunjungan tersebut adalah kehadiran Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada ASEAN-India Commemorative Summit dan Republic Day pada tanggal 25-26 Januari 2018. “ASEAN dan India perlu bekerja sama guna memperkuat arsitektur kawasan serta menjaga kestabilan dan perdamaian, khususnya di Lingkar Samudera Hindia dan Pasifik atau Indo-Pasifik," demikian pesan utama Presiden pada kunjungan tersebut. Pada kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Joko Widodo juga telah menyampaikan undangan kepada Perdana Menteri Narendra Modi untuk berkunjung ke Indonesia.

Kehadiran Presiden Jokowi adalah kehadiran Presiden RI yang ketiga pada Republic Day India dalam masa sejarah hubungan kedua negara. Presiden Soekarno merupakan tamu kehormatan pertama menghadiri acara Republic Day India pada tahun 1950 saat India mengesahkan konstitusinya serta diikuti oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2011.

Saling kunjung pejabat tinggi kedua negara diawali dengan kunjungan Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, ke Indonesia pada tanggal 5-6 Januari 2018. Dalam kunjungan tersebut, Indonesia-India sepakat meningkatkan kerja sama di bidang maritim, memperkuat hubungan antar kawasan/regional serta memelihara ekosistem perdamaian dan stabilitas wilayah Samudera Hindia dan Pasifik.

Selanjutnya, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H., mengadakan kunjungan ke India dalam rangka menghadiri Indonesia-India Security Dialogue ke-1 (IISD-1) pada tanggal 8-10 Januari 2018. IISD-1 merupakan upaya kedua negara untuk meningkatkan kerja sama strategic partnership Indonesia-India, terutama dalam penanganan masalah hukum dan keamanan, termasuk isu terorisme dan radikalisme di kawasan. Pertemuan berlangsung dengan sangat konstruktif dan menghasilkan langkah-langkah konkret yang akan ditindaklanjuti oleh kedua negara dalam bidang countering terrorism, keamanan maritim, cyber security, dan defence cooperation, serta kemungkinan adanya kerja sama pertukaran ulama, cendikiawan dan pelajar Muslim antara kedua negara.

Pada tanggal 19 Januari 2018, Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mengadakan kunjungan ke India dalam rangka menghadiri Biennial Defence Ministers' Dialogue/BDMD ke-2 dengan agenda pembahasan pertukaran pandangan tentang isu keamanan regional dan internasional, finalisasi revisi perjanjian kerja sama pertahanan, kerja sama antar angkatan bersenjata, keamanan maritim dan kerja sama industri pertahanan. Pada kesempatan tersebut, Menhan menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia akan tetap konsisten dengan kebijakan politik luar negerinya yakni aktif dalam upaya-upaya menciptakan kedamaian dan keadilan global.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, memboyong 61 orang delegasi bisnis Indonesia untuk menjajaki besarnya pasar Asia Selatan lewat rangkaian kegiatan misi dagang yang dimulai dari India pada tanggal 22-25 Januari 2018. “Potensi transaksi dalam 1 (satu) hari mencapai US$ 2,1 miliar atau setara Rp 28,3 triliun (dengan kurs US$ 1 = Rp 13.500)", demikian disampaikan Mendag. Isu penting yang diangkat Mendag adalah momentum ASEAN-India Business and Investment Meet & Expo sebagai upaya pendekatan untuk segera menyelesaikan perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Upaya penyelesaian segera RCEP adalah hasil Pertemuan Intersesi Menteri Ekonomi ASEAN di Singapura, beberapa waktu lalu.

Tahun depan (2019), Indonesia dan India akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik, yang merupakan waktu yang baik untuk meninjau perjalanan hubungan kedua negara dan terus membangun kerja sama yang lebih baik dan produktif.

 New Delhi, 30 Januari 2018