Kolaborasi KBRI dan GenWI sukses gelar Wonderful Indonesia Festival 2018

New Delhi: Tak dinafikan jika interaksi budaya India-Indonesia yang terjalin sejak ribuan tahun silam telah menghasilkan keunikan nilai budaya tersendiri bagi kedua bangsa, dari agama, kepercayaan, filosofi kehidupan, kisah epik Bahabarata dan Ramayana hingga menyentuh khazanah kuliner nusantara adalah sebagian pengaruh yang jelas dirasakan.

Berlandaskan keterikatan tersebut, dalam rangka mempererat hubungan bilateral sekaligus mempromosikan potensi dan membangun citra positif Indonesia di India, Senin, 14 Oktober 2018 KBRI New Delhi bersama Generasi Wonderful Indonesia (GenWI) menyelenggarakan pameran Wonderful Indonesia untuk menjaring minat publik India dan kalangan ekspatriat tentang potensi pariwisata Indonesia.

Tidak kurang dari 400 pengunjung silih berganti mengunjungi gerai-gerai Indonesia yang memamerkan dan menawarkan berbagai produk menarik asli Indonesia. Pakaian batik, pernak-pernik, produk jajanan/makanan kemasan, hingga ragam kuliner nusantara tersaji dengan menarik dalam sebuah konsep pameran yang diberi tema “Wonderful Indonesia Festival 2018".

“Bicara hubungan India-Indonesia kita harus flashback ribuan tahun ke belakang, Mahabarata dan Ramayana adalah sebagian bukti sejarah. Pada waktu yang sama, kedua negara juga mengalami hubungan bilateral yang progresif, yang berdampak positif pada peningkatan angka kunjungan wisatawan dari dan ke Indonesia. Tahun 2017 saja, hampir setengah juta wisawatan India berlibur ke Indonesia," ujar Dubes Arto Suryodipuro saat menyampaikan sambutannya.

“Secara geografis India-Indonesia adalah maritime neighbour, untuk itu kita akan terus memperkokoh konektivitas melalui adanya penerbangan langsung India-Indonesia untuk mendorong people to people contact," tambahnya

Panggung budaya “sihir" para pengunjung

Gerakan rancak nan dinamis yang ditampilkan para penari dengan kostum khas dari Sumatera Barat dan Aceh ditambah iringan irama musik tradisional sukses memikat perhatian para pengunjung, sebagian mereka bahkan ikut bergoyang meniru gerakan para penari.

Sanggar Tari Syofyani asal Sumatera Barat didatangkan langsung untuk menampilkan tarian-tarian khas dari Tanah Minang, di antaranya Tari Selendang, Manggaro dan Tari Indang. Seakan tak mau kalah, para mahasiswa Indonesia dari Aligarh Muslim University (AMU) pun juga ikut ambil bagian dengan menampilkan Tari Saman.

Sesi Angklung interaktif yang dikomandoi Kang Wildan dari Bandung ikut menyentuh kesan pengunjung dengan mengajak mereka mempraktikkan langsung cara memainkan instrumen Angklung. Menggabungkan satu nada dengan nada lainnya tak disangka menghasilkan alunan musik yang pernah jadi sound track film India “Kuch-Kuch Hota Hai", spontan riuh suara “Wooow" terucap secara serentak.

“saya tak menyangka dari potongan bambu ini bisa jadi lagu Bollywood," ucap Yusuf salah seorang penonton yang juga ikut ambil bagian.

Ajak pengunjung membatik

Adalah Nuri Ningsih Hidayati seorang pakar batik asal Jogjakarta sengaja didatangkan untuk memberi demo membantik kepada pengunjung festival. Untuk bergabung di “Batik Corner" para pengunjung pun rela mengantri panjang.

Dibantu beberapa pelajar program BIPA, peserta diajari metode mudah dan menarik dalam membatik. Sekitar 40 orang India ikut membatik dan belajar menggunakan canting dengan benar di atas kain bermotif dasar menarik yang telah disiapkan.

“Saya tau batik dari Indonesia dan hampir tidak percaya sekarang saya punya kesempatan langsung membuat batik. Motifnya menarik dan dinamis tidak sukar dipelajari," komentar Sheema, salah satu peserta membatik.    

Sate dan gado-gado jadi incaran

Sate, gado-gado, dan nasi goreng memang sudah punya nama di kalangan masyarakat India dan ekspatriat, terbukti antrian panjang sejak awal dibukanya festival. Wajar jika rasanya yang unik berpadu dengan bumbu kacang yang lezat jadi incaran para pengunjung. Meski per porsinya dibandrol Rs. 100 (sekitar Rp. 20.000) tetap saja ludes terjual.  

Para penjual yang merupakan pelajar Indonesia (PPI-India) mengaku kerepotan melayani pelanggan yang terus mengisi antrian. Selain itu, ada juga makanan khas Indonesia lainnya seperti kue-kue khas nusantara, lontong, rujak, pepes ikan, bakso, teh, jajanan pasar dan gorengan. Ada juga stand khusus yang menjual indomie dengan berbagai varian rasa.   

Ajang silaturahmi WNI

Selain menjaring minat publik India, festival ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk saling berjumpa dan memperkuat silaturahmi. Tidak sekedar menjadi pengunjung, beberapa WNI juga mengisi stand untuk menjual beberapa menu Indonesia.

“Saya rela datang dari jauh dan membawa teman-teman India, karena saya ingin mereka menyaksikan langsung keragaman budaya dan mencoba lezatnya kuliner Indonesia. Acara seperti ini sangat baik untuk ajang silaturahmi sesama WNI di India." ujar Etta, seorang WNI dari Noida.

WNI yang ada di wilayah New Delhi, Haryana, Gurgaon bahkan dari negara bagian Uttar Pradesh (UP) menunjukkan antusiasme tinggi dengan beramai-ramai datang ke acara Wonderful Indonesia Festival 2018. Di antara mereka ada yang berstatus pelajar/mahasiswa, profesional, dan ada juga yang menikah dengan warga India.

Dubes juga mengapresiasi GenWI India yang sejak awal mempersiapkan kegiatan dengan baik. Menurutnya GenWI adalah komunitas pemuda yang perduli pada potensi wisata Indonesia dan melalui ide-ide kreatif ikut mempromosikan Indonesia ke publik India.

 New Delhi, 15 Oktober 2018