KBRI New Delhi Tampilkan Sentuhan Budaya Nusantara pada Malam Resepsi Diplomatik 2018

New Delhi: Sejak pukul 19.30 ws sudah tampak antrian panjang para tamu undangan yang akan masuk ke lokasi acara. Meski sempat membuat kerepotan petugas pengatur arus kedatangan tamu, namun dapat diantisipasi dengan baik melalui penyediaan jalur khusus untuk para Duta Besar dan pejabat tinggi negara.

Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI dan TNI yang ke-73 di KBRI New Delhi kali ini dihadiri lebih dari 500 undangan dari kalangan pemerintah, militer, pengusaha, kepala perwakilan dan organisasi internasional, komunitas diplomatik serta akademisi.

Secretary East, Ministry of External Affairs, Ms. Vijay Takhur Singh, yang turut hadir selaku Chief Guest menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang selama lebih dari setengah abad menjalin kerjasama erat dengan India. Kerjasama lintas sektoral yang dibina dengan baik selama ini telah membawa dampak positif pada upaya penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Duta Besar Arto Suryodipuro dalam sambutannya menekankan, bahwa Resepsi Diplomatik kali ini merupakan momentum bersama untuk merayakan hubungan sejarah dan budaya yang terjalin sejak ribuan tahun silam, sekaligus Comprehensive Strategic Partnership antara Indonesia dan India ke arah yang lebih maju di masa mendatang, “tahun ini India dan Indonesia juga sedang merayakan 70 tahun hubungan diplomatik, sebuah perjalanan kerjasama yang cukup panjang dan patut dibanggakan" ujar Dubes Arto.

Malam Resepsi Diplomatik semakin meriah dengan beragam penampilan budaya, salah satunya dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI-India) yang menampilkan tari Saman, sebuah tarian dari kota berjuluk Serambi Mekah yang mempertontonkan kekompakan dengan paduan gerakan rancak dan dinamis mampu memikat mata seluruh tamu yang hadir. Tidak ketinggalan, penampilan Tari Margapati dari Bali juga ikut memeriahkan suasana malam diplomatik.

Adalah Maya Hasan, musisi harpa kondang Indonesia ikut memberikan warna dan kesan tersendiri, penampilannya menambah hidup suasana pada momen penting ini. Dengan penampilanya yang memikat, lagu-lagu daerah, nasional dan kontemporer dibawakan dengan begitu apik dan menyentuh hati. Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia Pusaka, Paris Berantai, dan Dancing Queen adalah di antara lagu yang dibawakannya. Selain itu, sebuah lagu India berjudul Jai Ho yang dibawakan Maya Hasan spontan 'menyihir' para tamu untuk ikut bernyanyi bersama.

Resepsi diplomatik kali ini juga dimanfaatkan untuk mempopulerkan budaya nusantara, dimana seluruh jajaran KBRI mengenakan pakaian adat nusantara seperti Duta Besar RI yang mengenakan pakaian Teluk Belanga DKI Jakarta. Pakaian adat lainnya yang dikenakan jajaran KBRI adalah yang berasal dari Jawa Tengah, Jogjakarta, Sumatera Utara, Padang, dan Sulawesi Selatan.

Tidak ketinggalan, cita rasa kuliner Indonesia yang lezat memang sudah tidak asing lagi di lidah warga asing, sajian menu-menu seperti sate (kambing dan ayam), lontong, bakso, rendang, rempeyek dan gado-gado menjadi pilihan favorit. Tampak antrian panjang pada setiap stand makanan, meski menu India pun juga turut disajikan.

“Saya akui makanan Indonesia memang serba lezat, saya suka sekali dengan Bakso dan Sate, dimana ada restoran Indonesia di New Delhi?", komentar Stephan Borg, High Commissioner Malta, sambil bertanya tentang restoran Indonesia di India.

Konsep resepsi dengan sentuhan budaya nusantara yang ditampilkan KBRI mendapat banyak pujian dan apresiasi dari para undangan. Kegiatan berjalan baik, penuh dengan suasana kebersamaan.

 SB

New Delhi, 23 Oktober 2018