Jaga Tren Positif Arus Kunjungan Wisatawan India ke Indonesia, Kemenpar bersama KBRI Bertekad Jaga Momentum

Chennai (29/12): Pertumbuhan arus kunjungan wisatawan India membuat pemerintah Indonesia semakin giat meningkatkan upaya promosi. Untuk menjaga momentum, Kemenpar RI bersama KBRI New Delhi dan Visit Indonesia Tourism Office (VITO) melangsungkan Kegiatan “Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pariwisata untuk Pasar India" pada tanggal 29 Desember 2017 di Chennai, India.

Kunjungan pasar India di dua tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik dengan rata-rata 20%. Tercatat pada tahun 2015 ada 319,608 kunjungan, yang kemudian meningkat menjadi 376,902 pada tahun 2016. Sedangkan pada tahun 2017, pertumbuhan bulan Januari s/d Oktober mencapai 31% dengan jumlah capaian 396,515 wisatawan dari India. Melihat tren tersebut wajar jika pada awal tahun 2018, target kunjungan ditingkatkan menjadi 456.000 atau naik 23% dari target tahun sebelumnya.

Konektivitas menjadi tantangan utama karena belum ada penerbangan langsung rute India - Indonesia. Namun tantangan ini mulai dijawab oleh beberapa maskapai tanah air. Sebagai respon tingginya mobilisasi warga India, Garuda Indonesia membuka rute Mumbai-Jakarta dengan transit di Bangkok memakai Boeing 737-800 NG, juga Air Asia yang mempunyai rute Mumbai–Denpasar dan Chennai–Denpasar yang transit di Kuala Lumpur maupun Malindo Air yang mempunyai rute dari Mumbai, New Delhi ke Bali via Kuala Lumpur.

Duta Besar RI untuk India, Sidharto Reza Suryodipuro dalam sambutanya menyampaikan “Kami mencatat arus kunjungan wisawatan India ke Indonesia meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, untuk itu, kami konsisten melakukan upaya promosi, termasuk pada tanggal 28/9 KBRI menyelenggarakan media dan tours operators gathering, kemudian sebagai penutup tahun 2017 diadakanya kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pariwisata untuk Pasar India, di Chennai. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi pertumbuhan sektor ini".

“Menyangkut konektivitas, baru-baru ini saya telah bertemu dengan Minister of Civil Aviation, Shri Ashik Gajapathi Raju, selain untuk mendorong realisasi penerbangan langsung dan meminta agar frekuensi penerbangan oleh maskapai Indonesia dapat ditingkatkan dari dijadwal yang dialokasikan saat ini", tambahnya.

Di akhir sambutannya, Dubes menegaskan “meski KBRI berada di New Delhi, kami senantiasa siap dan akan menyambut baik setiap peluang kerja sama dari berbagai negara bagian di India. Jarak tidak lagi menjadi hambatan untuk merealisasikan kerja sama yang berasaskan mutual benefit dan Chennai menjadi wilayah fokus, karenanya kami memiliki Konsul Kehormatan dan kantor Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC)".

Melalui kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pariwisata ini, Kemenpar ingin memberikan gambaran pada industri pariwisata dan media di India mengenai kondisi aktual dan faktual pariwisata di Indonesia khususnya Bali paska erupsi Gunung Agung dan gambaran program pariwisata di tahun 2018. Bagi wisatawan India potensi keindahan Bali masih menjadi magnet tersendiri. 80% kunjungan wisatawan India berkunjung ke Bali, selain karena keindahanya juga keterikatan budaya dan kepercayaan, dimana agama Hindu merupakan mayoritas seperti halnya di India. Tak ketinggalan, wisatawan India tak perlu repot mengurus visa karena India masuk daftar bebas visa kunjungan gratis (Free On Arrival Visa).

Lebih dari sekedar melihat warisan budaya Hindu, wisatawan India bisa menyaksikan keindahan pantai serta di kedalaman laut 10 Destinasi “Bali Baru" seperti komodo yang endemik Nusa Tenggara Timur, kemegahan kawasan budaya UNESCO yaitu Candi Borobudur di Magelang dan beragam pesona alam lain di seluruh Nusantara.

 

SB

Chennai, 29 Desember 2017