Dorong kunjungan wisatawan India, Indonesia maksimalkan kegiatan SATTE 2019 di Greater Noida, India

​Dalam rangka mencapai target delapan ratus ribu kunjungan wisatawan India ke Indonesia pada tahun 2019, Kemenpar RI awal tahun ini mengikuti pameran South Asia Travel and Tourism Exchange (SATTE) 2019 yang diselenggarakan di India Expo Centre and Mart, Greater Noida, negara bagian Uttar Pradesh yang belangsung pada tanggal 16 – 18 januari 2018. Eksibisi tersebut diikuti oleh 40 negara, beserta 28 negara bagian India. Indonesia ambil bagian sebagai "Feature Destination", Azerbaijan sebagai "Focus Country", sementara Thailand, Malaysia, Dubai dan Sri Lanka sebagai "Partner Country".

Keikutsertaan Indonesia pada SATTE 2019 terbilang yang terbesar jika dibandingkan dengan pelaksanaan SATTE pada tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, Kemenpar RI menggandeng 40 sales representative dari pihak perhotelan, agen perjalanan, MICE, dan lain sebagainya. Sales representatives ini umumnya berasal dari Jakarta, Bali, dan satu peserta dari Lombok. Selain itu, booth Indonesia turut diramaikan dengan penampilan 6 orang penari yang dibawa oleh Pemerintah Kabupaten Badung – Bali, yang menampilkan tari Oleg Tambulilingan dan tari Cendrawasih.

Dalam kegiatan tersebut, Nia Niscaya, Deputi Menteri Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar RI, dan Dubes Indonesia untuk India dan Bhutan, Arto Suryodipuro, turut hadir dalam pembukaan kegiatan bersama dengan perwakilan dari UNWTO dan partner country lainnya. Acara pembukaan juga dihadiri oleh Chief Guest, Minister of State for Culture, Dr. Mahesh Sharma. Dalam sambutannya, Deputi Menteri Pemasaran Nia Niscaya menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia sebagai "Feature Partner" dinilai sangat penting dalam SATTE 2019. Selain karena dilaksanakan pada awal tahun, peluang untuk semakin mendongkrak jumlah wisatawan asing untuk berkunjung/berwisata ke Indonesia masih terbuka lebar.

Dalam kesempatan media briefing dengan media berita setempat, Nia Niscaya menyampaikan potensi wisata Indonesia yang kian berkembang, terutama bertambahnya jumlah wisatawan dari India. Sementara, Dubes Arto juga menyampaikan bahwa ke depan masih diperlukan langkah upaya untuk dapat meningkatkan jumlah penerbangan langsung dari Indonesia ke India dan sebaliknya.

New Delhi, 18 January 2019

SB