ANRI gandeng India untuk joint nomination pada Memory of the World UNESCO

​Indonesia memiliki banyak arsip bersejarah tentang upaya Indonesia untuk mewujudkan dunia yang lebih adil dan damai, dan arsip-arsip ini layak menjadi ingatan kolektif dunia. Karenanya, Indonesia telah beberapa tahun mengupayakan arsip-arsip penting untuk menjadi Memory of the World (MoW) dari UNESCO.

Indonesia saat ini sedang menominasikan pencatatan arsip Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok Pertama dan arsip pidato Presiden RI pertama, Soekarno,  berjudul “To Build the World Anew" ke dalam MoW UNESCO tersebut. India adalah mitra penting untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Deputi Informasi dan Pengkajian Sistem Kearsipan, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Imam Gunarto, Duta Arsip Nasional, Rieke Dyah Pitaloka, dan Duta Besar RI New Delhi, Sidharo R. Suryodipuro telah bertemu dengan Dirjen National Archives of India (NAI), Shri Shravan Kumar di New Delhi (16/11).

Duta Arsip Nasional menyampaikan keinginan Pemri, agar memperoleh dukungan dari negara-negara anggota Gerakan Non-Blok untuk melakukan nominasi bersama (joint nomination) untuk mencatatkan arsip KTT GNB I sebagai MoW UNESCO. Penominasian ke dalam MoW akan dimulai pada bulan Juni tahun 2019 mendatang.

Pengumpulan dokumentasi sejarah merupakan hal yang penting agar cita-cita the founding fathers Indonesia tidak memudar dan menumbuhkan rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap Indonesia. Dirjen NAI menyatakan bahwa di antara koleksi NAI, terdapat arsip dan rekaman-rekaman penting tentang sejarah tidak hanya India tetapi juga sejarah dunia.

Dubes RI menyebutkan bahwa adanya kerja sama antara ANRI dan NAI merupakan capaian bilateral antara Indonesia dan India untuk memperkuat hubungan kedua negara khususnya di bidang arsip. Pada pertemuan dengan pihak NAI, terdapat keinginan bersama untuk kedepannya dapat melakukan kerja sama yang lebih erat dan terstruktur bagi pertukaran informasi dan dokumentasi koleksi masing-masing pihak, serta pertukaran tenaga ahli dan arsiparis.

New Delhi, 17 November 2018