Legalisasi Dokumen

​Legalisasi merupakan tindakan pengesahan dokumen resmi yang dilakukan oleh pejabat yang berwenang di KBRI. Dasar hukum legalisasi adalah Staatsblad 1909 No. 291 tentang legalisasi tanda tangan. Legalisasi yang dilakukan oleh KBRI hanya merupakan pengesahan tanda tangan dan cap sebelumnya dan tidak atas isi dokumen.​ 

Legalisasi menjadi sarana pengakuan keberlakuan dokumen di bawah yuridiksi suatu negara oleh negara lain. Oleh karenanya, legalisasi memerlukan pengesahan dari Kementerian Luar Negeri RI dan Perwakilan Negara Asing.


​Prosedur legalisasi dokumen di KBRI Muscat

Dokumen yang diterbitkan di Indonesia dan akan digunakan di Kesultanan Oman:

  1. ​Pemohon datang ke KBRI Muscat dengan membawa dokumen yang akan dilegalisasi
  2. Dokumen telah mendapatkan pengesahan dari Notaris/Penerjemah Tersumpah/Instansi Pemerintah RI terkait
  3. Dokumen telah mendapatkan pengesahan dari Dit. Perdata Kementerian Hukum dan HAM
  4. Dokumen telah mendapatkan pengesahan dari Dit. Konsuler Kementerian Luar Negeri RI

​Dokumen yang diterbitkan di Kesultanan Oman dan akan digunakan di Indonesia:

  1. Pemohon datang ke KBRI Muscat dengan membawa dokumen yang akan dilegalisasi
  2. Dokumen telah mendapatkan pengesahan dari instansi terkait di Kesultanan Oman
  3. Dokumen telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Luar Negeri Kesultanan Oman

Biaya Legalisasi:

  1. ​Dokumen Bisnis           : OMR. 9, 600 Baiza
  2. Dokumen Non-Bisnis   : OMR 48