Perlunya Revitalisasi Hubungan Kota Kembar Jakarta - Los Angeles

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

"Skema kerjasama kota kembar Jakarta-Los Angeles perlu direvitalisasi.” Demikian sampaikan baik oleh Konjen RI Los Angeles, Subijaksono Sujono maupun Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pada saat gathering Gubernur DKI Jakarta dengan para pengusaha di Los Angeles pada 28 September 2009 di Wisma Indonesia Los Angeles. Gayung pun bersambut. Councilman Tom Labonge yang juga merangkap presiden sister city Los Angeles memberikan tanggapan positif.



Gathering dihadiri oleh 38 orang pengusaha yang terdiri dari wakil perusahaan AS yang mempunyai bisnis di Indonesia, seperti Senior Vice President Mattel Inc, Douglas Kerner, Director of Regional Cooperation Sun Rider, Sunny Beutler, perwakilan dari perusahaan AS yang melakukan impor dari Indonesia seperti Chief Financial Officer Red Chamber, Ming Shin Kou, serta para pengusaha Indonesia yang ada di LA seperti Pemilik LTH, Christopher Tangkilisan, President Empire International, Hee Tan, dan Hansen Lawrence dari Shamrock. Jajaran pejabat KJRI Los Angeles juga mendampingi seluruh tamu dan undangan.


Acara ini merupakan tindaklanjut pertemuan Gubernur DKI Jakarta dan Konjen RI LA pada bulan Juni 2009 yang membahas kerjasama kota kembar Jakarta-LA yang masih belum optimal dan tidak sesuai dengan MoU pembentukannya.


Dalam pertemuan Juni tersebut Gubernur DKI dan Konjen RI sepakat untuk berupaya merivatlisasi kerjasama kota kembar Jakarta-Los Angeles, antara lain, dengan melibatkan keikutsertakan swasta dalam kepengurusan/komite sister city yang berkedudukan di Los Angeles. Dengan latar belakang ini, gathering dimaksudkan untuk menggugah para pengusaha, khususnya perusahaan AS yang mempunyai bisnis di Indonesia, untuk berpartisipasi mengaktifkan kerjasama kota kembar Jakarta-Los Angeles.


Konsul Jenderal RI lebih lanjut menyampaikan bahwa kegiatan yang selama ini dilakukan lebih condong kepada aspek budayanya saja, yakni pertunjukan kesenian-budaya tahunan dari perwakilan-perwakilan di LA yang mempunyai ikatan sister city dengan kota tersebut. Indonesia berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut setiap tahunnya pada bulan Juni. Dalam kaitan ini Konjen RI juga menggarisbawahi trend kerjasama bilateral RI-AS yang semakin membaik, oleh karena itu revitalisasi kerjasama sister city Jakarta-LA perlu dilakukan seiring dengan perbaikan di tingkat yang lebih tinggi tersebut.


Sementara itu, Councilman Tom Labonge yang memberikan sambutan singkat, antara lain, menyatakan bahwa skema kerjasama kota kembar sangat strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kerjasama antar negara, karena pendekatannya sangat membumi: people to people contact. Dalam kesempatan tersebut, Tom labonge juga memberikan certificate of appreciation atas kehadiran Gubernur DKI ke LA dan komitmennya untuk memajukan skema kerjasama kota kembar Jakarta-LA.


Gubernur DKI dalam kata sambutannya, antara lain, menyampaikan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan revitalisasi kerjasama skema kota kembar Jakarta-LA, hal ini tidak saja karena adanya momentum kedekatan hubungan bilateral kedua negara tetapi juga banyak hal yang feasible untuk dikerjasamakan. Dalam bidang perdagangan misalnya ekspor terbesar Indonesia ke AS adalah melalui wilayah LA. Kemudian, banyaknya mahasiswa Indonesia yang belajar di LA juga dapat menjadi modalitas untuk kerjasama sister city yang dibentuk pada tahun 1990 tersebut.


Sementara itu, terhadap praktek perdagangan RI-AS yang masih melalui negara ketiga, disampaikan, bahwa pihaknya telah mengangkat isu ini dan diharapkan kedepan hubungan perdagangan kedua negara dapat dilakukan secara langsung.

(KJRI-LA-Ekon)