Meriahnya Festival Indonesia 2009 di KJRI Los Angeles

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-64, KJRI bekerja sama dengan masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI Los Angeles telah sukses menyelenggarakan Festival Indonesia 2009: Unity in Diversity. Selaras dengan 101 Tahun Kebangkitan Nasional, tema Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke-64 Tahun 2009 adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Bangkitkan Kedewasaan Kehidupan Berpolitik dan Berdemokrasi Serta Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Yang Bersatu, Aman, Adil, Demokrasi dan Sejahtera.

 

Indonesia Tahun 2009 yang diadakan  pada  Sabtu, 8 Agustus 2009 di halaman kantor KJRI dengan menutup sebagian ruas jalan Mariposa, berlangsung dari pukul 10:00 pagi hingga pukul 10:00 malam. Kegiatan Festival Indonesia menampilkan pentas budaya dari berbagai daerah di Indonesia seperti tari Bali, Padang, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Torfaja, Batak, Ambon, Aceh, dan tidak ketinggalan Reog Ponorogo dan Gamelan serta Angklung yang banyak menarik perhatian masyarakat Indonesia dan masyarakat setempat.

 

Selain pentas budaya, pada Festival Indonesia Tahun 2009 juga memberikan kesempatan kepada para Pengusaha Indonesia untuk mempromosikan produk dan makanan Indonesia.  Ekspo Bazaar Tahun 2009 ini diikuti oleh 28 Vendor yang terdiri dari 10 booth restoran/makanan 4 booth groceries dan lainnya services seperti asuransi, pelayanan konsultasi hukum (lawyer), informasi surat kabar, pameran keris, Indonesian Trade Promotion Centre, termasuk booth dari Dharma Wanita KJRI LA dan PERMIAS-LA.

 

Acara Festival Indonesia diusung dengan semangat kebersamaan:  “dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat” dengan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di LA dan sekitarnya, yang telah bekerja keras menampung keinginan masyarakat Indonesia yang ingin tampil menyumbang acara sehingga Panitia telah membagi kegiatan pentas budaya dan band menjadi 2 (dua) pentas panggung yakni di halaman parker kantor KJRI dan di jalan Mariposa. 

 

Tercatat ada 18 group band yang ikut mengisi acara selain home band yang khusus mengiringi artis penyanyi dari ibu kota dan 23 jenis tarian daerah dari berbagai sanggar tari yang ada di Los Angeles dan sekitarnya.

 

Selain itu, Festival juga diramaikan oleh tampilan Reog Ponorogo , Group Gamelan dan Group Angklung.  Pencak silat dan fashion show baju daerah dari berbagai daerah di Indonesia juga telah ikut menyemarakan tampilan Festival Indonesia.

 

Acara ditutup dengan penampilan artis penyanyi lokal dan artis penyayi dari Ibu Kota, Diana Nasution, Minggus Tahitu  dan Emilia Contessa, yang menyanyikan lagu-lagu nostalgia Indonesia , lagu-lagu daerah hingga lagu dangdut yang sangat menghibur masyarakat hingga semua penontot ikut berdendang dan berjoget dalam alunan lagu-lagu yang dibawakan oleh  penyanyi-penyayi tersebut.

 

Tingginya minat masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Festival Indonesia ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Indonesia di Los Angeles dan sekitarnya telah ikut berperan dalam melestarikan budaya Indonesia yang majemuk yang memiliki banyak suku, agama, etnis namun tetap menjunjung tinggi nilai kesatuan: “Bhineka Tunggal Ika”, berbeda-beda, tapi tetap satu.