Gamelan dan Tarian Bali Memesona Montana

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Benar bahwa seni budaya memiliki daya tarik universal, yang dapat dinikmati dan dicintai bangsa lain. Di Montana, AS, dua acara pagelaran budaya berupa tarian dan permainan gamelan Bali telah memesona masyarakat setempat, yang semakin menambah pengenalan dan simpati terhadap Indonesia. Dua pagelaran pada siang dan malam 18 Februari 2010 itu dilaksanakan secara terpisah di Lewis & Clark Elementary School dan University of Montana di Missoula, sebagai kota terbesar kedua di negara bagian Montana.


Yang unik dari acara budaya tersebut terutama adalah pagelaran gamelan Bali ditampilkan oleh anak-anak SD dari Lewis & Clark El di hadapan lebih sekitar 600 penonton baik para murid, guru dan pengurus sekolah, serta sejumlah undangan termasuk sebagian orang tua murid. Anak-anak SD tersebut telah menampilkan beberapa komposisi gamelan Bali di bawah bimbingan guru musik Dorothy Morrison serta budayawan undangan I Made Lesmawan.


Walikota Missoula, John Engen, yang hadir bersama Konsul Jenderal RI Subijaksono Sujono sebagai tamu kehormatan dengan bangga menyambut pengajaran gamelan Bali di SD tersebut sebagai pembuka wawasan generasi muda tentang kekayaan budaya antar bangsa. Konjen RI secara khusus menyampaikan penghargaan karena dimasukkannya gamelan dalam kurikulum pengajaran seni dan musik di sekolah tersebut. Pagelarn gamelan Bali oleh anak-anak SD Lewis & Clark ini juga mendapat liputan dari stasiun televisi setempat.


Pagelaran gamelan Bali di Universitas Montana ditampilkan oleh mahasiswa musik di bawah bimbingan Dr. Robert LedBetter dan budayawan undangan I Made Lesmawan. Pagelaran yang disebut World Rhytm Concerts itu dihadiri sekitar 800 penonton yang memenuhi auditorium Universitas Montana.


Sekalipun dalam konser ini juga ditampilkan acara pembuka berupa permainan perkusi Brazil dan Afrika Barat, namun daya tarik utama adalah pagelaran tarian dan gamelan Bali yang mendapat standing ovation dari seluruh penonton. Di antara mata acara yang ditampilkan adalah prosesi Bale Ganjur, tari Puspanjali, Baris dan Merak, serta permainan gender wayang Tulang Lindung.


Sekalipun Montana sebagai negara bagian ke-41 di AS ini dikenal sebagai rural states, minat dan perhatian terhadap budaya Indonesia terlihat sangat konstruktif, yang dapat menjadi pendorong hubungan baik kedua negara. Diajarkannya gamelan di tingkat anak-anak sekolah dasar di Lewis & Clark tentu merupakan modal positif bagi perkuatan hubungan kedua bangsa ke masa depan.


Sejauh ini telah ada dua sekolah dasar yang mengajarkan seni gamelan dalam kurikulum sekolah di wilayah kerja KJRI Los Angeles, yakni SD Lewis & Clark di Missoula dan Museum School di San Diego. Sedangkan untuk tingkat mahasiswa, pengajaran gamelan sebagai bagian dari musik dunia sudah sejak lama berkembang di berbagai universitas, yang selalu didukung aktif oleh KJRI Los Angeles.


Kehadiran Konjen RI dalam kedua pagelaran budaya Indonesia di Missoula, Montana, juga telah dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah Missoula County dan jajaran pimpinan Universitas Montana.