Siaran Pers Bersama mengenai Pemilu Presiden tanggal 5 Juli 2014

7/6/2014

?Pada tanggal 5 Juli 2014, telah berlangsung kegiatan pemungutan suara Pemilihan Presiden tahun 2014 di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) Los Angeles. Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00 pagi dan berlangsung hingga pukul 22.30 malam, berbeda dengan penetapan KPU dari pukul 08.00 pagi sampai dengan 18.00 malam. Penambahan waktu tersebut telah disepakati tim gabungan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN), Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwaslu), dan para Saksi dari kedua Pasangan Capres-Cawapres, yang pada prinsipnya adalah untuk mengakomodir pemilih yang baru mendaftar dan masih menunggu (waiting list) untuk menyampaikan suaranya pada pukul 18.00. Adapun jumlah WNI yang telah menyampaikan suaranya adalah sebanyak 373 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 148 orang WNI yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) yang menyampaikan suaranya secara langsung di TPSLN Los Angeles; 42 orang WNI yang merupakan Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri (DPTbLN), yaitu yang berada di luar DPTLN Los Angeles, namun datang secara langsung ke TPSLN Los Angeles dengan membawa form A5;9 orang dari Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN), yaitu pemilih yang mendaftar setelah DPTLN ditetapkan pada tanggal 6 Juni 2014 lalu), serta 174 orang dari Daftar Pemilih Khusus Tambahan Luar Negeri (DPKTbLN), yaitu pemilih yang mendaftar di TPSLN dan belum terdaftar dimana-mana.


Pada saat berlangsungnya kegiatan pemungutan suara, terdapat dinamika yang terjadi, khususnya terkait dengan bertambahnya jumlah WNI yang berasal dari luar DPTLN Los Angeles yang berniat menyalurkan suaranya TPSLN Los Angeles. Sebagai informasi, surat suara yang dialokasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta untuk TPSLN Los Angeles adalah sesuai dengan DPTLN yang telah ditetapkan, ditambah dengan surat suara cadangan sebesar 2% (8 surat suara). Namun pada perkembangannya, pada saat pemungutan suara terdapat sebanyak 216 orang WNI yang berasal dari luar DPTLN Los Angeles yang datang ke TPSLN Los Angeles untuk menyalurkan suaranya dengan membawa form A5. Berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan oleh KPU, hal tersebut dapat diakomodasi dengan menggunakan surat suara cadangan sebesar 2%. Dikarenakan tidak cukupnya sisa surat suara yang tersedia, para pemilih yang menggunakan form A5 tersebut harus dimasukkan ke dalam daftar tunggu dan menanti hingga pukul 6 sore, yaitu 2 jam sebelum TPSLN secara resmi ditutup, untuk memperoleh surat suara dari DPTLN yang tidak terpakai.


Berdasarkan hasil koordinasi dengan KPU di Jakarta melalui telepon, e-mail, dan instant messenger, serta berdasarkan kesepakatan bersama antara PPLN, KPPSLN, Panwaslu, dan para saksi dari kedua pasangan Capres-Cawapres, kekurangan surat suara tersebut berhasil ditutupi dengan menggunakan surat suara yang tidak terpakai karena pemilih yang terdaftar dalam DPTLN banyak yang tidak hadir, sehingga alokasi surat suara tersebut mampu mengakomodasi banyaknya pemilih yang baru mendaftar di TPSLN dan para pemegang form A5 yang rata-rata turis musiman. 


Pada pukul 18.00, para pemilih dari luar DPTLN Los Angeles yang telah dimasukkan ke dalam daftar tunggu tersebut secara bertahap mulai menyalurkan suaranya dengan menggunakan surat suara dari DPTLN yang tidak terpakai dan RTS. Seluruh pemilih dari daftar tunggu tersebut berhasil menyalurkan suaranya.Selanjutnya, untuk mengakomodir anggota PPLN, KPPSLN, dan Panwaslu yang belum sempat menggunakan hak suaranya, disepakati bersama untuk menggunakan surat suara calon pemilih melalui pos yang telah dikembalikan (return to sender/RTS) dikarenakan berbagai macam hal, seperti pindah alamat. Untuk itu, telah dibuka 30 (tigapuluh) surat RTS untuk dipergunakan oleh beberapa pemilih pembawa form A5, anggota PPLN, Panwaslu, dan KPPSLN yang belum menggunakan hak pilihnya. TPSLN Los Angeles resmi ditutup pada pukul 22.30 malam dengan persentase 100%, yaitu kenaikan 50% penggunaan hak pilih dibanding pemilih DPTLN pada saat Pemilu Legislatif pada 5 April 2014 lalu.


Setelah TPSLN resmi ditutup, telah diadakan rapat evaluasi yang difasilitasi KJRI Los Angeles dan dihadiri oleh PPLN; Panwaslu; KPPSLN; Saksi dari pasangan Capres-Cawapres I, yaitu Arthur Sepang; serta Saksi dari pasangan Capres-Cawapres II, yaitu Pargianto dan Agung David Moniaga. Dalam rapat tersebut telah dibahas sejumlah tindak lanjut yang akan dilaksanakan, termasuk keputusan bersama untuk menerbitkan joint press release ini.