Pidato Konsul Jenderal Republik Indonesia Los Angeles pada saat Serah Terima Jabatan Konsul Jenderal Republik Indonesia Los Angeles, Senin, 20 Oktober 2014

10/21/2014

 

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati dan saya banggakan seluruh staf KJRI Los Angeles,

Yang saya hormati para isteri dan suami home staf KJRI Los Angeles,

Para hadirin yang saya muliakan,

?Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, bahwa pada pagi hari ini kita dapat berkumpul bersama untuk melakukan serah terima jabatan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles. Dengan segala kerendahan hati, saya telah menerima tanggung jawab dan kepercayaan untuk memimpin Konsulat Jenderal ini.

Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua staf KJRI yang telah menunjukkan dedikasi dan semangat kerja yang tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas yang diemban selama ini. Pasti tugas-tugas itu tidak mudah, karena konsulat ini melayani lebih dari 50 ribu warga Indonesia atau separuh dari jumlah warga Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat. Wilayah kerja yang kita layani juga sangat luas, dengan potensi kerja sama yang sangat beragam, yang meliputi 8 negara bagian di pantai barat Amerika Serikat hingga Hawaii dan American Samoa. Wilayah kerja konsulat kita melayani sekitar 40% dari hubungan ekonomi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Data tahun 2013 menunjukkan bahwa sekitar 7,2 milyar dolar AS nilai produk ekspor Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan utama di wilayah kerja konsulat, khususnya pelabuhan Los Angeles.

Lebih dari sekedar angka-angka perdagangan dan ekonomi, konsulat ini terus bekerja untuk meningkatkan persahabatan antara bangsa Indonesia dan bangsa Amerika Serikat. We are here to build friendship.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati,

Saya sangat berterima kasih atas sambutan yang hangat sejak kedatangan saya dan keluarga tadi malam serta atas bantuan yang telah diberikan selama masa persiapan keberangkatan kami dari Jakarta.

Sama seperti Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua, kedatangan saya ke kota Los Angeles ini adalah untuk bekerja. Kita semua ada di sini untuk bekerja keras, bekerja cermat, dan bekerjasama.

Pertama, kita harus kerja keras. Apa yang kita kerjakan disini harus mempunyai arti dan membawa manfaat bagi 250 juta lebih rakyat Indonesia.

Kerja keras kita akan mendatangkan hasil yang maksimal jika kita memiliki arah dan tujuan yang jelas. Dalam hal ini, kita ketahui bersama bahwa beberapa jam yang lalu di tanah air telah dilakukan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia hasil Pemilu 2014. Kita semua telah mengikuti proses Pemilu tersebut, termasuk mempelajari visi-misi dan program aksi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kita memahami bahwa dalam setiap pergantian pemerintahan pasti terjadi perubahan dan keberlanjutan. Change and continuity.

Tugas kita di KJRI, sebagai bagian integral dari Pemerintah Indonesia, adalah mengikuti dan melaksanakan progam-progam kerja nasional yang ditetapkan Pemerintah. Tentunya kita harus memperhatikan situasi dan kondisi setempat di lapangan guna memastikan bahwa apa yang kita lakukan dapat berhasil mencapai target dan sasaran. Untuk itu semua, untuk rakyat Indonesia, kita harus kerja keras.

Kerja yang kedua adalah kerja cermat. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bebas korupsi adalah suatu keharusan; bukan pilihan. Good governance is a necessity; not an option.

Kepatuhan pada aturan, compliance, tidak bisa kita tawar-tawar lagi. Proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan pelaporan harus kita lakukan secara cermat dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Setiap Rupiah yang kita gunakan adalah uang negara, uang rakyat, yang harus kita pertanggungjawabkan.

Karena itu, saya ingin mengajak kita semua untuk kerja cermat. Bukan hanya karena kita diwajibkan untuk melakukannya, tetapi juga karena kita sendiri ingin mewujudkan KJRI LA yang kita kelola dengan baik. KJRI yang kita kelola dengan tertib, bebas korupsi, dan efisien. KJRI yang merepresentasikan Indonesia yang demokratis dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. KJRI yang mampu menghadapi berbagai tantangan jaman di Abad ke-21. A well run, 21st century Indonesian consulate.

Kerja keras dan kerja cermat baru menjamin separuh sukses kita. Separuh lainnya adalah kerja sama. Salah satu warisan budaya Indonesia yang patut kita banggakan adalah tradisi gotong royong. Pepatah kita mengatakan “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.”

KJRI Los Angeles adalah satu kesatuan. Karena itu, kerja sama di antara kita semua adalah mutlak dan wajib sifatnya. Namun, kerja sama yang paling baik bukanlah karena kewajiban profesi, tetapi justru karena semangat kekeluargaan. Semangat kebersamaan, saling menghargai, saling menolong, sama-sama merasa memiliki, dan sama-sama merasa bertanggungjawab adalah cirri-ciri semangat kekeluargaan dan gotong royong yang sesungguhnya adalah tradisi luhur bangsa kita.

Keberhasilan misi kita juga sangat tergantung dari kerja sama kita dengan semua pihak di sekeliling kita: masyarakat Indonesia, mahasiswa dan pelajar, diaspora, masyarakat dan Pemerintah setempat, kalangan bisnis, kalangan universitas, kalangan media massa, dan sebagainya. KJRI LA juga harus menjadi pilar kokoh dalam kerja sama di antara semua KJRI di Amerika Serikat dan KBRI Washington DC.

Kembali saya tegaskan, kita semua berada di sini untuk bekerja keras, bekerja cermat, dan bekerja sama.

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati,

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin secara garis besar berbagi tentang tiga prioritas yang akan saya kerjakan sebagai Konsul Jenderal.

Prioritas pertama adalah mengelola KJRI secara tertib, efisien, dan bebas korupsi. Keuangan negara, barang-barang milik negara, dan sumber daya manusia yang dibiayai negara harus kita kelola secara baik, jujur, dan bertanggungjawab. Kita harus terus ingat bahwa KJRI kita ini merepresentasikan wajah Indonesia. Kalau KJRI kita kelola secara baik, maka akan tampil wajah Indonesia yang baik.

Prioritas ke-dua adalah membangun sistem perlindungan warga dan pelayanan publik yang cepat, tanggap, dan efisien. Perlindungan warga Negara adalah amanat konstitusi, pelayanan publik yang baik adalah amanat demokrasi. Karena itu, penting untuk membangun sistem-nya. Perlindungan dan pelayanan yang terbaik adalah yang tidak tergantung pada siapa pejabatnya, tetapi karena memang sistem-nya yang baik.

Prioritas ke-tiga adalah mengembangkan promosi Indonesia secara tepat sasaran. Promosi ekspor produk-produk Indonesia menempati prioritas yang sangat tinggi. Dewasa ini, produk ekspor Indonesia sudah tidak lagi sekedar hasil bumi dan bahan-bahan mentah tetapi sudah berupa produk-produk hasil olahan dan manufaktur seperti elektronik dan komponen otomotif.

Amerika Serikat adalah pasar yang sangat kompetitif. Karena itu kita harus melakukan upaya-upaya promosi secara cerdas dan kreatif, termasuk dengan cara “door-to-door” atau blusukan.

Promosi tepat sasaran juga perlu kita lakukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, meningkatkan kerja sama riset dan penelitian, dan kerja sama di berbagai bidang lainnya.

Pada intinya, kita mempromosikan Indonesia baru, yaitu Indonesia yang demokratis, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan pemimpin kawasan yang bertanggung jawab. Indonesia adalah Negara yang telah membuktikan bahwa demokrasi, Islam dan modernitas dapat tumbuh subur bersama. Dan Indonesia memiliki nilai dan arti penting bagi dunia, termasuk bagi Amerika Serikat.

Oleh karena itu, saya ingin mengajak kita semua untuk bekerja bersama-sama dalam mewujudkan KJRI Los Angeles yang lebih baik, untuk melayani Indonesia baru. An improved consulate, for a new Indonesia.

Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.