Tarian Indonesia Pukau Pengunjung Aquarium of the Pacific


Ratusan pengunjung Aquarium of the Pacific di Long Beach, California, terpukau oleh penampilan tiga tarian Indonesia pada acara South East Asia Day, Sabtu (3/10). Tari-tarian yang enerjik dan lincah tersebut dibawakan oleh lima penari yang mengenakan kostum indah yang menarik perhatian. Penampilan kelima penari yang merupakan masyarakat Indonesia tersebut dikoordinasikan oleh KJRI Los Angeles.

Acara South East Asia Day tersebut merupakan acara tahunan yang rutin digelar oleh Aquarium of the Pacific di Long Beach. Pada tahun 2015, acara ini telah memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya. KJRI Los Angeles telah menjalin kerja sama dengan pihak akuarium dan rutin tampil berpartisipasi pada acara tersebut setiap tahun, membawakan kesenian Indonesia untuk diperkenalkan dan dipromosikan kepada masyarakat setempat. Tidak hanya menampilkan kesenian, pada acara tersebut juga diberikan informasi-informasi umum dan menarik mengenai Indonesia, serta sejumlah kuis dengan hadiah-hadiah menarik. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, penampilan kesenian Indonesia selalu mendapat sambutan antusias dari para pengunjung.

Pertama kali tampil adalah tari Manuk Dadali yang dibawakan oleh dua orang penari. Tari ini berasal dari Jawa Barat dan merupakan tari kreasi yang terinspirasi oleh lagu populer Manuk Dadali karya Sambas Mangundikarta. Tari kedua yang memukau penonton adalah Tari  Kuala Deli yang juga dibawakan oleh dua orang penari. Tari yang berasal dari Sumatera Utara ini merupakan bagian dari Rentak Sembilan, yang dipercaya berasal dari budaya Ronggeng Melayu, serangkaian acara balas pantun yang diikuti oleh nyanyian dan tarian.

Tari terakhir yang ditampilkan adalah Tari Rampak Genjring. Tari kreasi baru ini merupakan karya cipta salah seorang staf KJRI Los Angeles, Baghawan Ciptoning. Sebelum bekerja di KJRI Los Angeles, ia merupakan seorang koreografer tari dan telah tampil di sejumlah negara. Tari ini terinspirasi dari karya musik genjring yang berarti rebana. Dalam tarian ini, digunakan komposisi gabungan musik modern dan dangdut, sementara gerakannya diambil dari tari-tarian daerah Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Karakter tari yang lincah dan kocak dengan menggunakan topeng Bali, serta atraksi interaktif dengan sejumlah penonton membuat penampilan puncak ini disambut oleh tepuk tangan meriah.

Selain Indonesia, sejumlah negara Asia Tenggara lainnya turut tampil pada acara tersebut, yaitu Kamboja, Viet Nam, Thailand, Laos, dan Myanmar.