Inggris

I. Profile Negara

Nama Resmi

:

Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland)

Sistem Politik

:

Monarki konstitusional

Ibu Kota

:

London

Luas Wilayah

:

243.610 km2

Perbatasan

:

Republik Irlandia (timur), Selat Inggris (selatan), Samudra Atlantik (barat), Laut Utara (utara dan timur)

Kepala Negara

:

Ratu Elizabeth II (2 Juni 1953)

Kepala Pemerintahan

:

Perdana Menteri David Cameron (11 Mei 2010)

Menteri Luar Negeri

:

Philip Hammond (15 Juli 2014)

Parlemen

 

Bikameral: House of Lords (Majelis Tinggi) dan House of Commons (Majelis Rendah)

Partai yang Memerintah

:

Koalisi Partai Konservatif – Partai Demokrat Liberal  (6 Mei 2010)

Lagu Kebangsaan

:

God Save the Queen

Populasi

* (sumber: UK Office for National Statistics)

:

64,1 juta jiwa (2013)

Agama

* (sumber: UK Office for National Statistics)

:

Kristen (Protestan, Katolik Roma, Anglikan, Presbiterian, Methodist) (59,5%), Islam (4,4%), Hindu (1,3%), lainnya (2%), tidak beragama (25,7%)

Bahasa Nasional

:

Bahasa Inggris

Mata Uang

:

Poundsterling (£1 = US$1.5)

GDP (PPP)

* (sumber: IMF)

:

USD 2,43 triliun (est. 2014)

USD 2,39 triliun (2013)

USD 2,31 triliun (2012)

GDP (PPP) Per Kapita

* (sumber: IMF)

:

USD 37.744 (est. 2014)

USD 36.334 (2013)

USD 37.307 (2012)

Pertumbuhan Ekonomi

* (sumber: IMF)

 

2,82% (2013)

1.92% (2012)

Cadangan Devisa

* (sumber: UK Office for National Statistics)

:

USD 107.248 juta (September 2014)                                       

Peringkat Kredit

* (Desember 2014)

 

AAA (Standard & Poor’s)

AA1 (Moody’s)

AA+ (Fitch)

Komoditas Ekspor Utama Inggris (2013)

* (sumber: UK HM Revenue and Customs)

:

Logam mulia (14,4%), kendaraan bermotor (6,9%) mesin jet pesawat terbang (4,0%), alat elektronik (5,6%), minuman beralkohol (1,6%)

Komoditas Impor Utama Inggris (2013)

* (sumber: UK HM Revenue and Customs)

:

Minyak bumi (10,3%), kendaraan bermotor (5,9%), alat elektronik (8,9%), produk farmasi (2,7%)

Keikutsertaan dalam Organisasi Internasional

* (sumber: CIA Factbook)

:

ADB (nonregional member), AfDB (nonregional member), Arctic Council (observer), Australia Group, BIS, C, CBSS (observer), CD, CDB, CE, CERN, EAPC, EBRD, EIB, EITI (implementing country), ESA, EU, FAO, FATF, G-20, G-5, G-7, G-8, G-10, IADB, IAEA, IBRD, ICAO, ICC (national committees), ICRM, IDA, IEA, IFAD, IFC, IFRCS, IGAD (partners), IHO, ILO, IMF, IMO, IMSO, Interpol, IOC, IOM, IPU, ISO, ITSO, ITU, ITUC (NGOs), MIGA, MINUSMA, MONUSCO, NATO, NEA, NSG, OAS (observer), OECD, OPCW, OSCE, Pacific Alliance (observer), Paris Club, PCA, PIF (partner), SELEC (observer), UN, UNCTAD, UNESCO, UNFICYP, UNHCR, UNIDO, UNISFA, UNMISS, UNRWA, UNSC (permanent), UPU, WCO, WHO, WIPO, WMO, WTO, ZC


II. Data singkat hubungan bilateral

Pembukaan Hubungan Diplomatik

:

Desember 1949

Perwakilan Diplomatik Kedua Negara

:

Indonesia

KBRI London (merangkap Irlandia dan International Maritime Organization)

Inggris

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta (merangkap Timor Leste dan ASEAN)

Duta Besar

:

Duta Besar RI di London : Teuku Mohammad Hamzah Thayeb

(penyerahan credentials: 6 Maret 2012 untuk Inggris dan 23 Mei 2012 untuk Irlandia)

Duta Besar Inggris di Jakarta : Moazzam Malik

(penyerahan credentials: 18 Desember 2014 untuk Indonesia, 16 Januari 2015 untuk ASEAN)

Data Perdagangan RI-Inggris

* (sumber: Kementerian  Perdagangan RI)

 

 

 

 

:

  2014 (Januari-Oktober)

Total Perdagangan:

USD 2,16 miliar

Ekspor:

USD 1,39 miliar

Impor:

USD 768 juta

Neraca Perdagangan:

Surplus RI USD 619 juta

  2013

Total Perdagangan:

USD 2,72 miliar

Ekspor:

USD 1,64 miliar

Impor:

USD 1,08 miliar

Neraca Perdagangan:

Surplus RI USD 553 juta

2012

Total Perdagangan:

USD 3,06 miliar

Ekspor:

USD 1,70 miliar

Impor:

USD 1,37 miliar

Neraca Perdagangan:

Surplus RI USD 330 juta

2011

Total Perdagangan:

USD 2,89 miliar

Ekspor:

USD 1,72 miliar

Impor:

USD 1,17 miliar

Neraca Perdagangan:

Surplus RI USD 546 juta

Realisasi Investasi Langsung (FDI) Inggris ke Indonesia 

 * (sumber: BKPM)

:

2014

USD 1,45 miliar, 95 proyek

2013

USD 1,07 miliar, 231 proyek

2012

USD 934,4 juta, 97 proyek

2011

USD 419 juta, 156 proyek                                     

Ekspor Utama RI ke Inggris

* (sumber: Kementerian Perindustrian RI)

:

Tekstil, alas kaki, minyak sawit, produk kehutanan, elektronik, karet, makanan olahan, udang, barang kerajinan, ikan, kokoa, minyak atsiri, dan ramuan obat, kopi

 

Impor Utama RI dari Inggris

* (sumber: Kementerian Perindustrian RI)

:

Besi baja, mesin-mesin dan otomotif, kimia dasar, tekstil, barang-barang kimia lainnya, elektronika, produk farmasi, plastik, pengolahan aluminium, dan kosmetika

 

Wisatawan Inggris ke Indonesia

* (sumber: BPS RI)

:

228.679 orang (2013), 212.087 orang (2012)

Jumlah WNI di Inggris

* (sumber: KBRI London)

:

14.099 orang (2014)

 

Jumlah Mahasiswa RI di Inggris

* (sumber: UNESCO, KBRI London)

:

±2.000 orang (2013)

1.442 orang (2012)

Forum Bilateral RI-Inggris

:

RI-UK Partnership Forum, Annual Trade Talks, Energy Dialogue, Joint Working Group (JWG) on Creative Industries, JWG on Education

Kunjungan Kepala Negara/Pemerintahan

:

·  Kunjungan Kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Inggris (31 Oktober – 3 November 2012)

·  Kunjungan PM Inggris David Cameron (11 April 2012)

·  Kunjungan Presiden RI Abdurrahman Wahid (2000)

·  Kunjungan Presiden RI Megawati Soekarnoputri (2002)

·  Kunjungan PM Inggris Tony Blair (2006)


III. Hubungan perdagangan Inggris dengan ASEAN

Urutan

Negara Mitra

Total Nilai Perdagangan

Neraca Perdagangan (Inggris)

1

Singapura

9,34 miliar

3,98 miliar

2

Thailand

7,47 miliar

-84 juta

3

Malaysia

5,06 miliar

-157 juta

4

Vietnam

4,48 miliar

-4 miliar

5

Indonesia

2,72 miliar

-553 juta

6

Brunei

1,56 miliar

1,42 miliar

7

Filipina

1,15 miliar

20 juta

8

Kamboja

1,07 miliar

-1,02 miliar

9

Laos

157 juta

-18 juta

10

Myanmar

87 juta

-73 juta

*(dalam USD) (sumber: UN Comtrade)

IV. Perkembangan dalam negeri Inggris

Sejarah Singkat

Inggris dalam kosa kata Bahasa Indonesia merujuk pada negara yang bernama resmi United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland, yang pada awalnya merupakan sebuah entitas tunggal, yakni Kerajaan Inggris (England). Kerajaan Inggris kini adalah penggabungan dari empat wilayah, yaitu England, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara (Northen Ireland) melalui suatu proses sejarah yang panjang dan saling berkaitan Pada tahun 1707, Kerajaan Inggris (termasuk Wales) dan Kerajaan Skotlandia bergabung membentuk United Kingdom of Great Britain. Kemudian, pada tahun 1801, Britania Raya dan Kerajaan Irlandia bergabung membentuk United Kingdom of Great Britain and Ireland. Lalu di tahun 1922, sebagian wilayah Irlandia memisahkan diri dan merdeka sebagai Republik Irlandia; sehingga kemudian Inggris menjadi United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland.

Pemilu

Inggris melaksanakan pemilu terakhir pada tanggal 6 Mei 2010, di mana hasil akhir pemilu Partai Konservatif memperoleh 306 kursi, Partai Buruh 258 kursi dan Partai Liberal Demokrat 57 kursi. Syarat mayoritas mutlak (326 kursi) dan mayoritas sederhana (310 kursi) tidak dimiliki oleh Partai Konservatif, sehingga kabinet koalisi antara Partai Konservatif dan Partai Liberal Demokrat dibentuk pada tanggal 11 Mei 2010, dengan David Cameron (Partai Konservatif) sebagai Perdana Menteri dan Nick Clegg (Partai Liberal Demokrat) sebagai Wakil PM.

Reshuffle Kabinet David Cameron

Pada tanggal 15 Juli 2014, PM Cameron mengumumkan reshuffle terhadap Kabinet Cameron II. Sejumlah anggota Kabinet Cameron II yang terbentuk pada September 2012 diganti ataupun dipindahkan posisinya. Dalam konteks politik domestik, perombakan kabinet ini kiranya dilakukan sebagai bagian dari upaya Partai Konservatif menghadapi Pemilu Inggris pada bulan Mei 2015. Sejumlah survei menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas Partai Konservatif semakin turun. Di lain pihak, Partai Buruh dan Partai Liberal Demokrat semakin meningkat elektabilitasnya.

Dalam konteks keanggotaan Inggris pada Uni Eropa, komposisi kabinet yang baru terbentuk menunjukkan upaya PM Cameron untuk memperkuat posisi dasarnya yang menilai bergabungnya Inggris pada Uni Eropa tidak memberikan manfaat signifikan bagi kepentingan nasional Inggris. Hal ini tampak dari figur para menteri baru yang dalam sepak terjang perpolitikannya cenderung skeptis terhadap Uni Eropa, dan terus menuntut dilakukannya reformasi besar-besaran terhadap UE. Inggris juga diketahui keberatan atas pengangkatan Jean-Claude Junker, mantan PM Luksemburg, sebagai Presiden Komisi Eropa. 

Referendum Skotlandia

Pada tanggal 18 Agustus 2014 telah dilaksanakan referendum untuk menjawab pertanyaan apakah Skotlandia harus merdeka. Hasil referendum dari sekitar 4 juta lebih penduduk Skotlandia menunjukkan bahwa 55% warga Skotlandia memilih tetap bergabung dengan Inggris Raya.

Latar belakang aspirasi kemerdekaan Skotlandia adalah keinginan untuk mandiri secara politik dan ekonomi. Skotlandia merdeka diharapkan akan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi rakyatnya, termasuk dalam pengelolaan pajak. Selain itu, Skotlandia juga dianggap dapat menjadi negara yang mandiri karena ditunjang sumber daya dan kekuatan ekonomi yang mencukupi. Sebagai ilustrasi, meskipun populasi Skotlandia hanya 1% dari total populasi Uni Eropa, namun cadangan sumber daya minyak dan gas Skotlandia (sebagian besar di Laut Utara) mencapai sekitar 60% dari total cadangan minyak Uni Eropa.

I.           PERKEMBANGAN HUBUNGAN BILATERAL DENGAN INDONESIA

Indonesia dan Inggris memiliki hubungan kerja sama bilateral yang kuat, terlebih dengan berbagai capaian dan penguatan posisi di Indonesia di kancah internasional. Pemerintah Inggris melihat Indonesia sebagai kekuatan berpengaruh di kawasan, memiliki shared values dan prioritas kerja sama internasional yang sejalan dengan Inggris, antara lain di bidang climate change, counter terorrism, open government, interfaith dialogue, nuclear  proliferation dan G-20.

Politik

Sebagai sesama demokrasi, kedua negara memiliki fondasi politik yang kuat dalam membina kerja sama, baik di tingkat bilateral maupun pada isu-isu global. Kedekatan hubungan Indonesia dan Inggris juga tercermin dari dukungan Pemerintah Inggris kepada kedaulatan Indonesia. Pemerintah Inggris, baik melalui komunikasi lisan maupun tertulis, senantiasa menegaskan dukungan terhadap integritas dan kedaulatan NKRI, terutama dengan keberhasilan pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

Tahun 2012 merupakan tahun penting bagi hubungan bilateral kedua negara yang ditandai dengan kunjungan Perdana Menteri Inggris, PM David Cameron ke Jakarta pada 11-12 April 2012 dan Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Inggris pada 31 Oktober-2 November 2012.

Pengembangan hubungan kerja sama Indonesia-Inggris berlandaskan kemitraan strategis melalui dokumen Joint Statement On Closer Cooperation Between The Republic of Indonesia and The United Kingdom and The Relaunch of Indonesia – UK Partnership Forum, yang diluncurkan oleh kedua kepala pemerintahan pada tanggal 11 April 2012 di Jakarta.

Kemitraan strategis memfokuskan kerja sama pada kerja sama di 5 bidang prioritas yaitu, (i) perdagangan, (ii) investasi, (iii) pendidikan, (iv) lingkungan hidup, dan (v) demokrasi dan dialog lintas agama; serta 3 bidang tambahan  yaitu (1) pertahanan, (2) industri kreatif, dan (3) energi.

Partnership Forum I Indonesia dilaksanakan pada tahun 2007 di London, dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Perdagangan dari kedua pihak, serta Menteri Keanekaragaman Hayati dan Menteri Pembangunan dari Inggris. Pertemuan bilateral Menlu Inggris dengan Menlu RI di Jakarta tanggal 29 Januari 2014 telah menyepakati rencana penyelenggaraan Partnership Forum II.

Kedua Menlu juga membahas mengenai peningkatan kerja sama antara kedua Kemlu di bidang pelatihan diplomat dan kerja sama pelatihan di bidang perlindungan warganegara dan masalah-masalah konsuler dan membentuk dialog antar Kementerian Luar Negeri mengenai isu-isu pembangunan global, ke arah pengembangan kerja sama trilateral untuk membantu negara ketiga.

Ekonomi

Inggris merupakan salah satu investor dan mitra perdagangan terpenting bagi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Inggris semakin memberikan perhatian positif terhadap potensi ekonomi Indonesia. Hal ini tercermin, antara lain, dari penetapan Indonesia sebagai salah satu dari 19 “Priority High Growth and Emerging Markets” pada rencana strategis 5 tahunan lembaga UK Trade and Investment/UKTI.

Posisi penting Indonesia ini ditegaskan pemerintah Inggris pada tahun 2010, dalam laporan berjudul “Great Expectations: Doing Business in Emerging Markets” yang disusun oleh UK Trade & Investment dan Economist Intelligence Unit berdasarkan survei terhadap 500 orang pengusaha. Indonesia dimasukkan sebagai salah satu negara tujuan investasi utama di luar negara-negara BRIC (Brazil, Rusia, India dan China).

Saat ini terdapat 3 (tiga) mekanisme kerja sama bilateral di bidang ekonomi yang menjadi prioritas, yaitu:

1.     Annual Trade Talks

Annual Trade Talks telah dilaksanakan sejak 2011 dan 2012 untuk membahas beberapa isu terkait perdagangan dan investasi bilateral, sekaligus membangun hubungan perdagangan dan investasi yang strategis.

2.     Energy Dialogue

Pada tanggal 30 Oktober 2012 telah diselenggarakan Energy Dialogue untuk membicarakan kerja sama energi sekaligus kerja sama mengatasi tantangan dalam transisi penggunan low carbon based economy.

3.     Joint Working Group on Creative Industries

JWG on Creative Industries pertama pada tanggal 21 Februari 2013 menyepakati 5 (lima) sektor sebagai fokus kerja sama pada tahap awal yakni, fashion, film dan animasi, performing art, desain dan kuliner. Kerja sama di ini bertujuan untuk mendukung penguatan kapasitas dan kelembagaan sektor industri kreatif di Indonesia, peningkatan jejaring, peningkatan partisipasi Indonesia di berbagai ajang kreatif di Inggris dan pemetaan potensi industri kreatif di Indonesia. Pertemuan kedua dan ketiga masing-masing diselenggarakan pada tanggal 4 Februari 2014 dan tanggal 7 Oktober 2014.

Sejak tahun 2012, Pemerintah Inggris menunjuk Richard Graham, MP sebagai Trade Envoy PM Inggris untuk Indonesia. Inggris menunjuk Trade Envoy di bawah komando Perdana Menteri dalam rangka mempromosikan perdagangan bilateral Inggris dengan 21 negara (di luar Eropa), termasuk Indonesia

Di bidang perdagangan, Inggris merupakan mitra dagang utama keempat Indonesia di Uni Eropa, setelah Jerman, Belanda, dan Italia. Total perdagangan Indonesia-Inggris pada tahun 2013 mencapai US$ 2,7 miliar, dengan surplus Indonesia sebesar US$ 552 juta.

Deskripsi

2009

2010

2011

2012

2013

Jan-Okt 2014

Total

2.304

2.631

2.894

3.063

2.717

2.155

Ekspor

1.459

1.693

1.720

1.697

1.635

1.387

Impor

845

938

1.174

1.366

1.082

768

Neraca

615

755

546

330

553

619

sumber : Kementerian Perdagangan RI

Inggris merupakan salah satu dari 5 (lima) negara investor terbesar di Indonesia selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Indonesia dimasukkan sebagai salah satu negara tujuan investasi utama di luar negara-negara BRIC. Di luar sektor migas, sebagian besar investasi Inggris di Indonesia bergerak di bidang konstruksi, industri makanan, industri kimia, barang logam, pertambangan, transportasi dan komunikasi, industri makanan, perdagangan, hotel dan restoran, elektronik dan jasa.

Investasi Inggris di Indonesia menunjukkan tren meningkat. Pada tahun 2014 tercatat sebesar USD 1,45 miliar, tahun 2013 sebesar USD 1,07 miliar, tahun 2012 sebesar USD 934 juta, dan tahun 2011 sebesar USD 419 juta.

Di sektor migas, pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Inggris tahun 2012, British Petroleum dan Kementerian ESDM telah menyepakati secara prinsip rencana pengembangan kilang Tangguh (Train-III) senilai USD 12 miliar di Bintuni, Papua Barat.

10 besar investasi perusahaan Inggris di Indonesia periode 2003-2014:

No.

Company

Industry Sector

Investment        (USD million)

Jobs Created

1

British Petroleum (BP)

Coal, Oil and Natural Gas

3178

2809

2

Rio Tinto Group

Metals

1800

1996

3

Churchill Mining

Coal, Oil and Natural Gas

924.4

392

4

Unilever

Consumer Products

794.36

5269

5

Premier Oil

Coal, Oil and Natural Gas

462.2

196

6

Salamander Energy

Coal, Oil and Natural Gas

462.2

196

7

Sumatra Coover and Gold

Metals

441.7

217

8

InterContinental Hotels Group (IHG)

Hotels & Tourism

365.8

568

9

Merlin Entertainments Group

Leisure & Entertainment

170.2

644

10

Carbon Positive

Wood Products

121.6

776

sumber : Badan Koordinasi Penanaman Modal

Sosial Budaya dan Industri Kreatif

Di bidang sosial budaya, hubungan kesejarahan antara Inggris dan Indonesia telah terjalin sejak kedatangan Sir Thomas Stamford Raffles pertama kali ke Indonesia pada tahun 1811. Lewat bukunya ‘The History of Java’, Raffles telah memperkenalkan kekayaan seni budaya serta tradisi Nusantara kepada dunia Barat. Masyarakat Inggris sendiri sudah cukup mengenal seni budaya tradisional Indonesia antara lain musik gamelan yang telah menjadi mata pelajaran elective dari kurikulum Inggris untuk sekolah tingkat menengah dan meningkatnya jumlah kelompok seniman tradisional gamelan di Inggris. Kekayaan musik, kesenian dan kebudayaan Indonesia telah menjadi salah satu modal utama dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Di bidang industri kreatif, telah terselenggara Joint Working Group on Education pertama di Inggris tanggal 30 Oktober 2012, dan ke-dua di Jakarta tanggal 2 Maret 2014. Pada kesempatan JWG ke-2, ditandatangani Joint Statement Regarding Science, Technology, and Innovation untuk meningkatkan kerja sama riset dan inovasi kedua negara serta meningkatkan kerja sama antar universitas dan lembaga riset. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebelumnya telah melakukan kunjungan kerja ke London pada 19 - 20 Januari 2014 untuk menghadiri Education World Forum (EWF) 2014.

Di bidang pariwisata, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Inggris masih merupakan pasar wisatawan terbesar bagi Indonesia dari wilayah Eropa. Pada tahun 2013, jumlah wisatawan Inggris yang berkunjung ke Indonesia tercatat sebanyak 228 ribu, atau meningkat 7,8% dibandingkan tahun 2012.

Jumlah wisatawan Inggris diharapkan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang seiring dengan mulai beroperasinya penerbangan langsung Garuda Indonesia dari London Gatwick - Jakarta via Amsterdam sejak tanggal 8 September 2014.

 

Pendidikan

Sistem pendidikan Inggris yang dipandang cukup baik pada tingkat dunia juga telah menarik banyaknya mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Inggris pada berbagai tingkatan, dimana saat ini terdapat sekitar 2000 orang mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Inggris yang juga sangat membantu dalam promosi seni budaya Indonesia dan berperan sebagai duta bangsa yang mendukung misi perwakilan dalam promosi citra positif Indonesia di wilayah akreditasi.

Dalam kerangka kerja sama pendidikan, saat ini terdapat mekamisme bilateral berupa: Joint Working Group on Education. Sebagai catatan, telah terselenggara JWG on Education pertama di Inggris tanggal 30 Oktober 2012, dan kedua di Jakarta tanggal 2 Maret 2014. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama riset dan inovasi kedua negara serta meningkatkan kerja sama antar universitas dan lembaga riset.

Dalam rangka memantau dan mengevaluasi penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) serta melakukan sosialisasi beasiswa dan penjajakan kerjasama dengan beberapa universitas di Inggris, delegasi Lembaga Pengelola Dana Penelitian (LPDP) melakukan kunjungan kerja ke beberapa universitas di Inggris pada bulan Februari 2014.

 

Pertahanan dan Keamanan

Untuk kerja sama pertahanan maritim, telah ditandatangani MoU on the Enhancement of Mutual Cooperation antara Angkatan Laut kedua negara di New York, September 2014. Area kerja sama: information sharing, exercise; education and training; logistics support; dan exchange of visits.

Kerja sama pertahanan dan keamanan terkini antar kedua negara juga mencakup:

a.     Pengembangan SDM TNI untuk belajar di Inggris, penyelenggaraan seminar dan workshop serta pertukaran informasi tentang defence reform, counter-terorrism, dan counter-piracy.

b.     Pembelian 3 Kapal Perusak Kawal Rudal jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) oleh Indonesia dari lnggris. Ketiga kapal tersebut berpartisipasi pada perayaan HUT TNI di Surabaya tanggal 5 Oktober 2014.

c.     PKO: IPSC Sentul kerja sama dengan Inggris berupa bantuan language centre, pelatihan mine awareness, pelatihan penanganan improvised explosive device (lED), dan bantuan validasi training centre sesuai dengan standar UN DPKO.

d.     Kerja sama Unhan dan Cranfield University hingga tahun 2016, serta kerja sama Lemhannas dengan Inggris untuk pertukaran ahli dan tenaga pengajar.

e.     MoU kerja sama kepolisian dalam bidang penanggulangan trans-national crime tahun 2006. MoU berlaku hingga 2014. Inggris telah mengajukan draft perpanjangan MoU. Sebagai implementasi, secara reguler telah dikirimkan perwira-perwira Polri untuk mengikuti pendidikan program S2 di Inggris.

 

Kerja Sama Triangular

Dalam kerangka kerja sama triangular, telah disepakati pelatihan 20 orang perwira tinggi polisi Myanmar oleh Polri (Lemdik Polri). Direncanakan di Bandung pada Maret/April 2015. Dalam rangka penyusunan modul pelatihan, 4 orang perwira tinggi Polri akan berangkat ke Myanmar bulan Februari 2015 untuk melakukan pertemuan dengan pihak polisi Myanmar. Kontribusi Inggris berupa pendanaan program pelatihan kurang lebih Rp. 580jt dan pembiayaan keberangkatan perwira tinggi Polri ke Myanmar.

 

Konsuler

Jumlah WNI di Inggris, berdasarkan data yang terhimpun pada pemilu legislatif dan presidensial tahun 2014, mencapai 8800 orang dengan lebih dari 2000 orang diantaranya adalah pelajar. Guna meningkatkan perlindungan dan pelayanan terhadap WNI di Inggris, termasuk bagi para TKI, sejak tahun 2013, Pemerintah Indonesia telah mewadahi kerja sama kekonsuleran dalam format Dialog Kekonsuleran yang dilaksanakan setiap tahun. Dialog terakhir dilaksanakan pada tanggal 27 November 2014. Di samping itu, KBRI London secara khusus melaksanakan kegiatan peningkatan kemampuan dan wawasan bagi para TKI yang bekerja di Inggris serta bantuan pendampingan bagi WNI melalui pembinaan berbagai macam organisasi perkumpulan WNI dan TKI di Inggris. Dalam rangka memudahkan pelayanan kekonsuleran bagi WNI, KBRI London juga melaksanakan pelayanan kekonsuleran keliling di berbagai kota di Inggris, terutama kota-kota yang terletak jauh dari ibukota London.

 

Kerja Sama Isu-Isu Global

Indonesia adalah salah satu dari 14 negara champions pada Preventing Sexual Violence in Conflict Initiative (PSVI), yang dibentuk melalui inisiatif Inggris dalam rangka memerangi kekerasan seksual dalam peperangan. Pada PSVI Summit, Juni 2014, Indonesia mendorong adanya pendekatan bersama dalam menangani isu tersebut melalui empat langkah konkrit yaitu pencegahan, deteksi dini, perlindungan, serta tindakan hukum dan pemberian keadilan bagi korban.

Di bidang pembangunan berkelanjutan, Indonesia bersama Liberia dan Inggris tergabung dalam High Level Panel (HLP) on the Post-2015 Development Agenda telah menyelesaikan mandat yang diberikan PBB untuk menginisiasi langkah-langkah persiapan agenda pembangunan pasca berakhirnya target capaian MDGs di tahun 2015, melalui penyusunan laporan rekomendasi “A New Global Partnership: Eradicating Poverty and Transform Economies Through Sustainable Development”.

Di bidang transparansi dan akuntabilitas, Indonesia bersama Inggris merupakan salah satu penggagas dan menjadi co-chair utama Open Government Partnership untuk tahun 2014, setelah sebelumnya dipegang oleh Inggris di tahun 2013. OGP merupakan kemitraan internasional untuk memajukan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif dan akuntabel melalui prinsip-prinsip keterbukaan informasi, transparansi, partisipasi publik, dan kolaborasi.

Sejak 2011, kerja sama dalam upaya Indonesia menurunkan emisi karbon dan pembangunan berkelanjutan dilakukan melalui UK Climate Change Unit (UKCCU) senilai 50 juta Poundsterling untuk periode 2011-2015.

Di bidang kehutanan, pada tanggal 28 Mei 2012 telah ditandatangani Letter of Arrangement to Support Interventions to Enhance Trade in Legally-Harvested Timber Products and Community-Based Forest Management to Reduce the Impacts of Climate Change di hadapan Menteri Kehutanan RI dan Menteri Pembangunan Internasional Inggris pada saat kunjungan Menteri Kehutanan RI ke Inggris. LoA tersebut menandai diawalinya proses Multistakeholders Forestry Program (MFP) tahap III yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2012 s/d 31 Maret 2015 di mana Pemerintah Inggris akan memberikan hibah hingga 10 juta Poundsterling yang dialokasikan melalui Forest Governance Markets and Climate Change Program.

 

Perhubungan dan International Maritime Organization

Perkembangan hubungan Indonesia dengan International Maritime Organization (IMO) yang berkedudukan di London dan negara-negara anggota IMO lainnya semakin dinamis. Pada Sidang ke-28 Majelis IMO tanggal 25 November–4 Desember 2013 yang dihadiri oleh delegasi dari 160 negara anggota IMO, serta perwakilan dari asosiasi-asosiasi industri maritim, Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan IMO Kategori "C" Periode 2013-2015.

Sejak menjadi anggota IMO pada tahun 1961 hingga saat ini, Indonesia telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan dan persidangan IMO serta memiliki komitmen kuat dalam merealisasikan tujuan IMO demi tercapainya pelayaran yang aman dan efisien serta ramah lingkungan.

Melalui IMO, Indonesia mengangkat kembali kasus pencemaran di Laut Timor yang disebabkan oleh kebocoran kilang minyak Montara tahun 2009. Indonesia mengangka pentingnya untuk mengembangkan panduan bagi pembuatan perjanjian bilateral/regional untuk mekanisme pertanggungjawaban dan kompensasi pencemaran laut lintas batas yang disebabkan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak lepas pantai. Indonesia berkomitmen  untuk terus mengedepankan upaya pembuatan aturan internasional terkait pencemaran laut lintas batas yang disebabkan oleh kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak lepas pantai melalui berbagai forum bilateral, regional dan multilateral.

Sebagi wujud komitmen Indonesia terhadap terwujudnya pelayaran yang aman, efisien dan ramah lingkungan, pada 11 September 2014 Dubes RI di London menyerahkan 2 (dua) Piagam Aksesi Pemerintah Indonesia kepada Sekretaris Jenderal IMO, yaitu Konvensi Internasional mengenai Tanggung Jawab Sipil terhadap Kerusakan akibat Pencemaran Minyak Bahan Bakar, 2001 (International Convention on Civil Liability for Bunker Oil Pollution Damage / Bunker Convention, 2001) dan Konvensi Internasional mengenai Pengendalian Sistem-sistem Anti Teritip Berbahaya pada Kapal-kapal, 2001 (International Convention on the Control of Harmful Anti-Fouling Systems on Ships / AFS Convention, 2001). Shingga ampai tahun 2015, Indonesia telah meratifikasi 22 konvensi produk IMO.

 

KBRI London, Februari 2015