"Gambang Suling" dimainkan Masyarakat Portugal

Masyarakat Portugal yang tergabung dalam komunitas Yogistragong melakukan konser gamelan bertajuk Celebrar a Indonésia di Alamada, Portugal (28/7). Atas kerja sama dengan KBRI Lisabon, gamelan berhasil memukau sekitar tiga ratus pengunjung yang hadir pada konser gamelan tersebut.

Celebrar a Indonésia memiliki arti Selebrasi Indonesia. Dalam 80 menit, konser memadukan gamelan dan tarian untuk mengenalkan berbagai kebudayaan suku-suku Indonesia, seperti Jawa, Sunda, dan Bali.

.

Kesenian gamelan lain yang ditampilkan, antara lain Udan Mas, Gambang Suling, Hujan Jepun, dan Kawah Ijen. Selain tarian Srikandi, ditampilkan juga tarian Bajidor Kahot, sebuah tari kreasi yang beranjak dari Jaipong serta memadukan gerakan dan musik Sunda-Bali.

Yogistragong adalah sebuah komunitas pecinta gamelan Indonesia di Portugal. Yogistragong memiliki jadwal latihan tiap minggu di KBRI Lisabon dan mengajarkan gamelan ke pemuda Portugal.

Elizabeth Davis, seorang seniman perkusi Portugal yang juga merupakan pendiri komunitas Yogistragong, menyampaikan bahwa dirinya akan terus melakukan kegiatan konser serupa di Portugal. “Gamelan telah menjadi passion hidup saya" ujar Elizabeth. Elizabeth sendiri pernah menjalani pendidikan gamelan selama 2 tahun di Yogyakarta dan kini menjadi pengajar perkusi di sekolah tinggi musik Portugal.

Pada pembukaan konser, Duta Besar RI untuk Portugal menyampaikan penjelasan singkat mengenai Indonesia dan keberagamannya. “Keberagaman Indonesia dapat dilihat dengan adanya sekitar 300 etnis yang memiliki lebih dari 700 bahasa", ujarnya. Dubes Ibnu Wahyutomo menambahkan, jika dibandingkan Eropa, ujung barat Indonesia ke ujung timur Indonesia itu ibarat antara London, Inggris dan Sochi, Rusia.

Sebelum konser dimulai, para pengunjung juga disajikan beberapa kudapan khas Indonesia, seperti lemper, dadar gulung dan risoles. Video promosi pariwisata untuk Banyuwangi, Yogyakarta, Bunaken, dan Candi Borobudur juga ditampilkan untuk menarik perhatian pengunjung konser.​