Indonesian Day Menutup Puncak Acara Semana Cultural Asiática 2018

Pada tanggal 12-20 Maret 2018, KBRI Lisabon telah berpartisipasi dalam kegiatan Semana Cultural Asiática 2018 yang diselenggarakan oleh FLUL (Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Lisabon). Kegiatan ini diprakarsai oleh Liga de Estudos Asiáticos, guna memberikan pengetahuan baru dan mahasiswa dapat berinteraksi secara langsung untuk mengetahui lebih dalam ragam kebudayaan di Asia. Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan negara-negara Asia yang ada di Portugal seperti Thailand, Jepang, India, Republik Korea, RRT, dan Indonesia. Acara juga dimeriahkan oleh beberapa sajian pertunjukan kebudayaan dari Persia.

Semana Cultural Asiática 2018 resmi dibuka oleh Dekan FLUL Miguel Tamen dan Direktur Program Asian Studies Prof. António Barrento. Pembukaan dihadiri oleh Dubes Republik Korea, Dubes Filipina, serta perwakilan dari Kedubes RRT, Kedubes Thailand, dan KBRI Lisabon. Terdapat sekitar 50 mahasiswa yang juga hadir untuk memahami konteks persaingan dunia kerja di Asia. KBRI Lisabon dan Kedubes anggota ASEAN Committee in Lisbon, Portugal (ACLP) turut serta berpartisipasi dalam acara roundtable discussion mengenai Relevance and Employability in the Asian Market dan pengenalan terhadap ASEAN.

Mewakili ACLP, Dubes Filipina mengenalkan ASEAN sebagai kawasan yang menjanjikan bagi para lulusan Universitas Lisabon. Sebagai ekonomi terbesar ke-6 di dunia, ASEAN menawarkan berbagai peluang dunia kerja karena semakin terintegrasinya perekonomian ASEAN. ACLP juga mengingatkan bahwa ASEAN belum ​memiliki kebebasan pergerakan tenaga kerja seperti halnya Uni Eropa. Oleh karena itu, para mahasiswa didorong untuk mempelajari lebih lanjut kebijakan ketenagakerjaan di negara-negara anggota ASEAN.

Pada tanggal 20 Maret 2018, KBRI Lisabon mendapat kesempatan mengadakan kegiatan Indonesian Day bekerjasama dengan mahasiswa FLUL yang dilibatkan secara langsung dalam pertunjukan musik dan tari. Mahasiswa FLUL sangat antusias mempelajari tari Randai dan Angklung yang merupakan salah satu pertunjukan budaya yang dipentaskan pada kegiatan tersebut. Pada pertunjukan musik Angklung, juga dipadukan dengan lagu Fado yang tengah popular di Portugal saat ini dengan judul Como é Grande o Meo Amor por Vocé. Indonesia ditempatkan pada hari terakhir puncak acara karena pada tahun lalu mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari pengunjung dan panitia pelaksana, hal tersebut disampaikan oleh direktur program Asian Studies.

Selain pertunjukan budaya, juga terdapat beberapa kegiatan seperti bazar kuliner, kelas bahasa, workshop batik, demo memasak dengan menu nasi goreng, pengenalan permainan tradisional Congkak, serta berbagi pengalaman tentang Indonesia oleh ketua PPI Portugal dan salah seorang ex-Darmasiswa RI Scholarship 2016. Prof. Jorge Santos Alves juga memberikan kuliah terbuka dengan tema “Portuguese horses as luxury objects, diplomatic gifts and political weapons in Indonesia (from the 16th century to nowadays)".

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang baik dari pengunjung yang hadir, terlihat dari jumlah pengunjung yang menyaksikan pertunjukan dan antrian di stall kuliner. Sebagian besar pengunjung berasal dari civitas akademika Universitas Lisabon, ISCTE, dan masyarakat luas Portugal. Kegiatan ini diapresiasi oleh k.l. 200 orang pengunjung, terselenggara berkat dukungan dari FLUL, DWP KBRI Lisabon, PPI Portugal, dan tentunya peran serta masyarakat Indonesia di Portugal.