Encontro Intercultural de Saberes e Sabores 2018

Encontro Intercultural de Saberes e Sabores merupakan kegiatan pertemuan antar budaya yang dilaksanakan oleh Camara Municipal do Seixal. Kegiatan yang memasuki tahun ke-11 pelaksanaannya ini diikuti oleh 10 negara seperti Angola, Cabo Verde, Cuba, Spanyol, India, Mozambik, Peru, Portugal, Meksiko, dan Indonesia. Selain partisipasi beberapa negara, kegiatan ini juga diikuti oleh partisipasi kelompok masyarakat yang terdapat di Seixal.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 11-15 April 2018, bertempat di Pavilhão Municipal do Alto do Moinho. KBRI Lisabon mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan cita rasa kuliner Indonesia pada tanggal 13-14 April 2018. Kegiatan promosi kuliner ini melibatkan Dharma Wanita Persatuan KBRI Lisabon dalam mengenalkan beberapa kuliner khas Indonesia seperti rendang, sate ayam, nasi goreng, mie goreng, rawon, dan beberapa jajanan pasar khas Indonesia kepada masyarakat Portugal.

Promosi kuliner Indonesia dalam kegiatan ini menjadi yang paling menarik perhatian, terbukti dari antrian panjang pengunjung yang ingin merasakan kuliner tradisional Indonesia yang dikenal mempunyai cita rasa yang tinggi. Beberapa orang pengunjung juga mengungkapkan kekaguman mereka terhadap kuliner Indonesia, perpaduan bumbu dan teknik pengolahan bahan menjadi kunci utama rasa dalam makanan.

Pada tanggal 13 April 2018, KBRI Lisabon menampilkan tari tradisional Indonesia Kelono Topeng​ gaya Yogyakarta dan tari Piring pada acara pembukaan kegiatan yang dibuka oleh wali kota Seixal, Joaquim  Cesário Cardador dos Santos. Joaquim dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keharmonisan dapat tercipta dari pendidikan budaya, budaya mengajarkan suatu kelompok masyarakat dalam bersikap, masyarakat yang berbudaya mencerminkan sikap teloransi yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain kuliner, juga terdapat beberapa stall yang menyajikan handy craft dan beberapa produk olahan seperti keju, roti, wine, dll. Kegiatan ini juga menampilkan beberapa pertunjukan musik dan tari yang mewakili etnik tradisi negara partisipan. Selama 5 hari pelaksanaan, kegiatan ini dihadiri oleh k.l. 1.500 orang pengunjung.

Dengan berpartisipasinya KBRI Lisabon dalam kegiatan ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat Portugal terhadap Indonesia, dan juga dapat meningkatkan citra positif Indonesia di dunia internasional, khususnya di Portugal.​