Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2018 di Portugal

KBRI Lisabon telah melaksanakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2018 di Lisabon, Portugal. Dilaksanakan dalam 2 bentuk kegiatan, yaitu olahraga tenis bersama dan diskusi lokakarya.

Pada kegiatan olahraga tenis bersama lansia tanggal 15 Mei 2018, KBRI Lisabon mengundang semua WNI lansia di Portugal untuk berolahraga bersama. Bertempat di São João Tenis Clube, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjadi ajang silaturahmi antara WNI lansia di Portugal dan KBRI Lisabon.

Pada kegiatan lokakarya diskusi “Membangun Kota Ramah Lansia" pada tanggal 2 Juni 2018, KBRI Lisabon mengundang 2 WNI di Portugal sebagai pembicara lokakarya, yaitu Sdri. Maria Manuel Bandeira das Neves (tokoh masyarakat Indonesia di Portugal / perwakilan kaum lansia) dan Sdri. Dwi Cahyaningtyas (ketua PPI Portugal / perwakilan generasi muda). Keduanya diundang untuk mendukung subtema yang dipilih KBRI Lisabon, yaitu “Memperkuat Hubungan Lintas Generasi yang Harmonis menuju Lanjut Usia Bermartabat".

Dalam lokakarya diskusi, terdapat beberapa hal yang mengemuka, antara lain:

a.    Dubes RI Lisabon menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HLUN 2018 dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian dan penghargaan peran lansia dalam keluarga maupun masyarakat. Kepedulian itu juga yang telah mendorong Pemerintah Indonesia untuk mencanangkan tanggal 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) sejak tahun 1996. Dalam hari tersebut, Pemerintah Indonesia menghimbau setiap komponen masyarakat untuk melakukan berbagai rangkaian kegiatan peringatan, seperti lokakarya, olahraga, ataupun kegiatan lainnya.

b.    Sebagai pembicara pertama, Sdri. Maria Manuel Bandeira das Neves menyampaikan bahwa paradigma pembangunan Kota Ramah Lansia seringkali terpaku pada penyediaan infrastruktur fisik bagi lansia. Tidak kalah dari penyediaan infrastruktur fisik, nilai sosial seperti gotong royong juga merupakan faktor penting yang perlu terus dibina agar dapat menciptakan lingkungan hidup yang kondusif bagi lansia. Nilai-nilai sosial semacam itulah yang membedakan Indonesia dengan negara lainnya.

c.    Sebagai pembicara kedua, Sdri. Dwi Cahyaningtyas mengangkat isu penempatan lansia ke panti jompo di Indonesia yang masih dianggap tabu. Padahal, di negara maju, panti jompo dianggap sebagai solusi tepat. Dengan fasilitas nyaman dan banyaknya alternatif kegiatan produktif di panti jompo, lansia akan lebih terdukung untuk mencapai kehidupan yang bahagia, produktif, dan bermartabat. Perbedaan cara pandang tersebut perlu dibenahi secara perlahan dan didukung oleh perbaikan fasilitas di panti jompo Indonesia.

​d.    Dalam sesi diskusi, setiap WNI bertukar pengalaman dan pandangan terkait pembangunan Kota Ramah Lansia. Salah satu hal yang diangkat adalah adanya universitas lansia di Portugal. Universitas tersebut menjadi sekolah khusus bagi kaum lansia yang mengajarkan beberapa materi seperti kesenian, kerajinan tangan, dan memasak. Hal ini tentunya menjadi contoh usaha pengembangan Kota Ramah Lansia di Portugal.