Bolsa de Turismo de Lisboa Ajang Promosi Pariwisata Terbesar di Portugal

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, KBRI Lisabon telah berpartisipasi pada pameran Pariwisata Lisabon ke-30 /Bolsa de Lisboa (BTL) yang diselenggarakan pada tanggal 28 Februari – 4 Maret 2018 bertempat di Lisbon Expo. BTL merupakan pameran tahunan yang telah berlangsung selama 30 tahun dan diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Portugal yang mewakili kepentingan anggotanya dalam berbagai kegiatan baik di dalam dan luar negeri.  BTL diikuti oleh beberapa negara sahabat antara lain Maroko, Thailand, India, Jepang, Tiongkok, Brazil, Namibia, Uruguay, Russia dan Bulgaria.  Pameran BTL berhasil menyedot kehadiran 77.000 orang dengan antusiasme yang tinggi baik itu para pelaku bisnis sektor pariwisata maupun masyarakat luas.

Pameran BTL 2018 dibuka oleh Perdana Menteri Portugal, António Costa, yang menyampaikan antara lain bahwa di tahun 2017 industri pariwisata Portugal menunjukkan hasil yang baik sebagai penyumbang ekonomi negara dan semakin dikenalnya negara ini sebagai daerah tujuan wisata wisatawan manca negara. Sektor pariwisata Portugal mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak awal 2000 sehingga dapat menekan tingkat pengangguran dengan makin terbukanya lapangan pekerjaan di sektor ini. Capaian-capaian tersebut tidak terlepas dari peran para pelaku bisnis yang bergerak di bidang pariwisata dalam mempromosikan paket wisata yang menarik ke segala penjuru dunia.

Pada pameran BTL ini Indonesia menempati booth seluas sembilan (9) meter persegi yang dimanfaatkan untuk bahan-bahan promosi tujuan pariwisata Indonesia. Selama kegiatan pameran berlangsung booth Indonesia telah dihadiri oleh kurang lebih 500 orang yang menanyakan menganai daerah-daerah tujuan wisata Indonesia. Kebanyakan pengunjung menanyakan mengenai Bali dan Lombok.  Untuk lebih memperkenalkan Indonesia KBRI Lisabon telah menampilkan empat tarian nusantara, diantaranya: Tari Zapin dari Riau, Tari Burung Enggang dari Kalimantan, Topeng Keras dari Bali, dan Bajidor Kahot dari Jawa Barat. Tepuk tangan meriah terus diberikan oleh hadirin yang menonton. Minat pengunjung pameran terhadap kebudayaan Indonesia memang cukup besar. Pengunjung kerap memberikan komentar akan suasana Indonesia yang eksotis, pantai yang indah, serta keramah-tamahan masyarakatnya.​​