Seminar ASEAN-Portugal on Strengthening Economic and Business Partnership di Kota Braga

Pada 13 Desember 2017 lalu, telah diadakan forum ASEAN ke-4 untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan bisnis di kota Braga, Portugal. Kegiatan seminar ini diselenggarakan oleh Sociedade Portuguesa de Inovação (SPI), bekerja sama dengan Dewan Kota Braga, InvestBraga, dan Komite ASEAN di Lisabon Portugal (ACLP) yang terdiri dari Kedutaan Besar Filipina, Kedutaan Besar Thailand dan Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Tujuan seminar ini adalah untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan bisnis antara ASEAN dengan Portugal, dan untuk menginformasikan kepada organisasi yang ada di Portugal mengenai peluang pasar di ASEAN, khususnya Filipina, Thailand dan Indonesia. Seminar ini juga memberi kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan bertukar informasi mengenai peluang bisnis. Seminar ini dihadiri oleh Duta Besar Republik Filipina, Duta Besar Kerajaan Thailand, dan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Republik Indonesia di Portugal, hadir juga Walikota Kota Braga, dan Presiden Invest Braga.

Walikota Braga, Ricardo Rio dalam s​ambutannya memuji acara ini karena dinilai penting dan ini adalah cara untuk mempromosikan kontak dengan pasar yang berkembang dan dengan banyak potensi di masa depan. Selanjutnya, Presiden Invest Braga, Eng. Carlos Oliveira, mendefinisikan misi dan tujuan strategis yang ingin dicapai. InvestBraga adalah agen investasi Kota Braga yang misinya adalah untuk mendorong pembangunan ekonomi di wilayah Portugal dan menarik investasi asing, dengan membantu, menemukan lokasi, bakat dan mengidentifikasi insentif dan traning. Tujuan strategis lembaga ini adalah menempatkan Braga pada radar investasi dan kewiraswastaan nasional dan internasional melalui pengembangan dan promosi keunggulan kompetitif dan sumber daya daerah. Duta Besar Filipina, Ibu Celia Anna M. Feria, dalam presentasinya, menggambarkan ASEAN secara keseluruhan. Moto dari organisasi ini adalah "One Vision, One Identity, One Community".

Dalam seminar ini, Indonesia memperkenalkan peluang pasar kepada para peserta di forum. Dijelaskan pula dalam seminar ini bahwa dengan tingkat pengangguran yang rendah (5,3%), produk pertambangan dan manufaktur utama di Indonesia adalah: minyak batubara, emas, mobil, elektronik, produk kertas tekstil dan perabotan. Sektor-sektor ini bisa menjadi peluang potensial bagi Portugal untuk berinvestasi di Indonesia. Pemerintah Indonesia juga mengumumkan tujuan baru sebagai prioritas pariwisata dan bersedia memiliki investor asing di sektor pariwisata. Kesempatan lain bagi investor asing ada di sektor infrastruktur negara, seperti: bandara, pelabuhan, angkutan umum, jalan raya) ini merupakan sektor yang memiliki perkembangan kuat karena ada kebutuhan mendalam dalam memfasilitasi mobilitas dan pergerakan barang dan jasa. Diharapkan seminar ini mampu menarik investor asing dan memperkuat kerjasama antara ASEAN dengan Portugal.