Stand Indonesia Curi Perhatian Pengunjung Expoalimentaria 2018


Lima, Peru : Pada tanggal 26-28 September 2018, KBRI Lima berpartisipasi pada pameran makanan dan minuman terbesar di Peru, Expoalimentaria 2018, dengan menghadirkan booth Indonesia di zona internasional. Sebanyak 12 perusahaan Indonesia turut mendukung partisipasi Indonesia pada pameran tersebut, yaitu PT Danora Agro Prima, PT Garuda Food, PT Mayora Indah, Kapal Api Global, PT Sasa Inti, PT Coco Indonesia, Teh Walini, PT Muka Ceria Royal Ginger Cookies, PT Toba Surimi Industries (ikan kalengan), Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Orang Tua, dan Mie Instant Cap Ayam Dua Telur. Adapun produk unggulan yang ditampilkan antara lain: biskuit Danisa, Astor, Geri (keju, kelapa, cokelat); kopi Kapal Api (bubuk, dan easy drip); kopi instan Torabika, Santos; permen Relaxa, Kopiko, Yesco, Gingerbon; teh Walini; biji kopi dan coklat bubuk; ikan kaleng; mi cap ayam dua telur; penyedap masakan Sasa; dan Coco Sugar.

 

Pameran yang dihadiri exhibitor dari 21 negara tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian Gustavo Mostajo, Menteri Produksi Raul Perez Reyes, dan Wakil Presiden Pertama Mercedes Araoz serta Presiden Asosiasi Eksportir (ADEX) Juan Varillas. Wakil Presiden Peru mengatakan bahwa pameran yang sudah berlangsung 10 tahun ini telah mencapai penjualan sebesar USD 850 juta. Menurut Presiden ADEX, industri makanan dan minuman di Peru telah menciptakan lapangan kerja untuk 1,6 juta penduduk dan target untuk 2018 adalah mencapai 2,2 juta penduduk yang dipekerjakan.

 

Selama 3 hari pameran, booth Indonesia dikunjungi oleh lebih dari 450 orang, yang terdiri dari perusahaan dan importir Peru maupun asing seperti Brasil, Argentina, Jerman dan Amerika Serikat. Produk yang paling banyak diminati oleh pengunjung stand Indonesia adalah produk kopi beserta variasi produk dari kopi yaitu berupa permen kopi dan biskuit rasa kopi, biskuit aneka rasa (coklat, keju, kelapa, gula), kakao, ginger cookies, mie telur, produk ikan kaleng, dan bumbu instan masakan Indonesia. Beberapa pengunjung juga menanyakan informasi terkait produk-produk lainnya seperti santan, air kelapa, super foods seperti suplemen diet dan produk organik.

 

Untuk menambah jumlah potential inquiries, KBRI Lima bersama dengan Direktorat Amerika II telah mengatur pertemuan dengan calon importir/distributor dan potential buyers sebelum dan selama pameran berlangsung. PT Danora Agro Prima telah mendapatkan 15 inquiries dan 5 yang dianggap potensial dengan estimasi nilai perolehan transaksi sebesar USD 500 ribu.

 

Daya tarik lain lain stand Indonesia adalah demo pembuatan kopi dan membagikan sample berbagai ragam biskuit dan wafer. Hal tersebut dilakukan juga untuk mengetahui minat pengunjung dan masyarakat setempat guna menentukan produk yang tepat untuk dipasarkan ke kawasan.

 

Pameran Expoalimentaria 2018 telah memasuki tahun pelaksanaan ke-10, dan pada pameran kali ini Indonesia memperoleh penghargaan dari panitia pelaksana, yaitu Asosiasi Eksportir Peru (ADEX), atas partisipasinya pada Expoalimentaria selama 8 tahun berturut-turut. Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk piagam yang disematkan pada bagian depan stand Indonesia. (Sumber: KBRI Lima)