Profil Negara dan Kerjasama

  • Hubungan Bilateral Indonesia - Kuwait

    Hubungan bilateral Indonesia-Kuwait yang dijalin sejak 28 Februari 1968 secara umum berjalan dengan baik dan menunjukkan peningkatan. Kunjungan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ke Kuwait pada tanggal 29-30 April 2006, dan kunjungan mantan PM Kuwait, Sheikh Nasser Al Mohammad Al Ahmad Al Sabah ke Indonesia pada tanggal 30 Mei s/d 1 Juni 2007, dinilai sebagai capaian sejarah baru dalam peningkatan hubungan bilateral. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kesempatan kunjungan ke Kuwait telah mencanangkan perlunya memanfaatkan peluang kerja sama ekonomi dengan Kuwait. Selengkapnya

  • Mou Aktif di Bidang TTI dan Kerjasama Pembangunan RI-Kuwait

    Perjanjian kerja sama bilateral yang telah ditandatangani oleh RI dan Kuwait di bidang TTI dan kerja sama pembangunan Selengkapnya

  • Neraca Perdagangan Indonesia - Kuwait

    Indonesia berada dalam peringkat 11 dalam hal negara tujuan ekspor komoditas Kuwait. Mengalami penurunan sejak tahun 2012, yaitu KD 112,422 juta pada tahun 2016, turun dibanding tahun 2015 sebesar KD 126,050 juta, dan juga turun dibanding tahun 2014 sebesar KD180,566 juta, serta tahun 2013 sebesar KD 185,204 juta, tahun 2012 sebesar KD336,885 juta. Penurunan ini disebabkan turunnya harga minyak dunia. Selengkapnya

  • Profil Negara Kuwait

    Negara Kuwait (State of Kuwait/Dawlat al-Kuwait) yang ber-Ibukota Kuwait City mempunyai luas wilayah negara 17.820 km persegi, berbatasan langsung dengan Irak dan Arab Saudi. Menganut sistem politik Monarki Konstitusional, dikepalai oleh seorang Emir, H.H. Shaikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah (sejak 29 Januari 2006). Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris banyak juga digunakan di perkotaan. Kuwait sangat kaya dengan cadangan minyak dan gas alam. Cadangan minyak yang sudah diketahui sebesar 96,8 milyar barel, merupakan 10% cadangan minyak dunia dan nomor 4 di dunia. Cadangan gas alam sebesar 1,498 triliun meter kubik. Selengkapnya

  • Fakta Singkat Hubungan Indonesia - Kuwait

    Nilai Perdagangan Bilateral (data Kementerian Perdagangan RI) adalah US$ 426,8 juta (Jan-Nov 2017), US$ 91,2 juta (2016), US$ 95,3 juta (2015). Jumlah Wisatawan Kuwait ke Indonesia (data Kementerian Pariwisata RI) adalah 5.463 orang (Jan-Nov 2017) atau 7,09% dari periode yang sama pada 2016 yang mencapai 5.880 orang. Jumlah WNI (Data Imigrasi Kuwait, Juni 2017) adalah 7.093 orang; 3.765 orang di antaranya adalah TKI informal, sisanya bekerja di sektor Pemerintahan, swasta/formal, pelajar/mahasiswa dan anggota keluarga. Selengkapnya

  • Gambaran Umum Ekonomi Kuwait

    Profile ekonomi Kuwait cukup baik, ditengah-tengah situasi dan kondisi sebagian negara-negara Arab yang dilanda krisis, akibat pergolakan politik dalam negeri masing-masing, yang dikenal dengan istilah ”Arab Spring”, dan menurunnya harga minyak dunia, Kuwait dapat mempertahankan dan meningkatkan kondisi ekonominya. Karakter pengusaha Kuwait pada umumnya memiliki modal yang cukup melimpah dan merupakan safe player. Mereka cenderung tidak mau berbisnis dengan resiko yang tinggi, atau mengambil resiko untuk membuka pasar untuk suatu produk baru. Dengan karakter pengusaha Kuwait tersebut maka para pengusaha Indonesia diharapkan lebih berani dalam menawarkan produknya dengan memberikan berbagai kemudahan dan insentif bagi pengusaha Kuwait. Selengkapnya