Banyak Orang Asing di Kuwait Mulai Mencintai Batik

Lebih dari 100 tamu VIP yang terdiri dari kerabat Kerajaan, para Duta Besar dan istri serta tokoh-tokoh yang berada di Kuwait bukan saja mengagumi Batik tapi mereka menunjukan sangat tertarik akan keunikan dari Batik Indonesia. Hal ini diekspresikan dalam exhibiton dan workshop Batik yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 Oktober 2017 oleh KBRI bekerja sama dengan Al-Sadu House Kuwait yang dipimpin oleh Sheikha Altaf Salem Al-Sabah selaku Honorary President dari Al-Sadu Society dan juga kerabat dari Raja Kuwait. Dalam pameran Batik tersebut ditampilkan ratusan motif Batik dari berbagai daerah di Indonesia bukan saja kain Batik tapi juga berbagai aksesoris yang terbuat dari Batik seperti dining set, bantal, lukisan, kue-kue bermotif Batik dan lain-lain membuat kagum para pengunjung. Disamping pameran juga diselenggarakan peragaan busana kain Batik yang diperagakan oleh Dharma Wanita beserta Diaspora Indonesia. Para pengunjung juga banyak yang mengikuti workshop (cara membuat batik) yang dipandu oleh ibu Uci dan ibu Ken yang didatangkan khusus dari Indonesia dan mereka adalah para ahli yang berlatar belakang pendidikan seni rupa dari ITB.

 

Sheikha Altaf Salem Al-Sabah dalam sambutannya menyatakan sangat bangga dapat bekerjasama dengan KBRI menampilkan salah satu warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO dan memiliki nilai yang sangat tinggi dari segi budaya. Sheikha Altaf juga menyatakan bahwa Al-Sadu House merupakan tempat untuk menampilkan budaya dari berbagai negara namun dilakukan sangat selektif. Apa yang diselenggarakan saat ini merupakan suatu karya dan prestasi serta menunjukan eratnya hubungan Indonesia dengan Kuwait. Dilain pihak, Duta Besar RI untuk Kuwait, Tatang Razak dalam sambutannya menyampaikan bahwa Batik Indonesia yang memiliki lebih dari 5000 motif/design bukan saja sebagai warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO pada bulan Oktober tahun 2009, akan tetapi saat ini batik merupakan life-style bagi Bangsa Indonesia dan merupakan industri yang telah memberikan kontribusi dalam mengembangkan ekonomi rakyat. Batik bukan saja merupakan pakaian, akan tetapi seperti yang anda lihat disini, Batik juga sebagai aksesoris dalam keseharian seperti untuk keperluan rumah tangga, perlengkapan tidur, perlengkapan makan, termasuk di living room serta pajangan-pajangan terbuat dari batik.

 

Selama 2 hari pameran dan workshop telah dibanjiri pengunjung bahkan peserta workshop terpaksa harus dibatasi dan setelah workshop terdapat sejumlah pihak antara lain Gulf University for Science and Technology (GUST) meminta agar dikampusnya diadakan workshop serupa serta terdapat sejumlah warga negara asing seperti dari Perancis, Jerman bahkan Kuwaiti meminta diberikan kesempatan untuk belajar cara membuat Batik.

​​​​​

sadu 1.jpg

sadu 4.jpg

sadu 5.jpg

sadu 6.jpg

sadu 7.jpg