PMI di Kuwait Berhasil Mendapat Hak Gaji Selama 16 Tahun

Ibu Mawar menerima haknya dari anak laki-laki majikan (disamarkan), didampingi oleh
KUAI/PF Konsuler Bapak Gantosori (kanan) dan Atase Tenaga Kerja Bapak Alamsyah (kiri).

 

Kuwait (04/11): Pekerja Migran Indonesia (PMI), sebut saja Ibu Mawar, berhasil mendapatkan gaji dari majikan sebesar sekitar Rp.338 juta. Jumlah tersebut merupakan gaji yang belum pernah dibayarkan kepada Ibu Mawar sejak mulai bekerja pada 2002. Selain itu, Ibu Mawar mendapatkan uang tiket kepulangan ke Indonesia sekitar Rp.5,2 juta.

Sebelumnya, KBRI Kuwait membantu Ibu Mawar melaporkan secara resmi kasus tersebut kepada Department of Labor dan Kepolisian setempat di Kuwait setelah mendapatkan pengaduan dari keluarga Ibu Mawar di Indonesia. Selang beberapa hari, pada 18 Oktober 2018, Ibu Mawar sendiri berhasil mengontak KBRI Kuwait untuk meminta bantuan. Meskipun diperlakukan baik oleh majikan, Ibu Mawar tidak pernah menerima gaji dan mendapatkan cuti. Perempuan berusia 40-an kelahiran Malang tersebut juga dipersulit untuk pulang ke Indonesia.

Kepolisian Kuwait mengeluarkan panggilan resmi kepada majikan. Selain itu, KBRI Kuwait juga mengkontak majikan Ibu Mawar untuk memediasi penyelesaian masalah. Keluarga majikan akhirnya memberikan tanggapan dengan menemui Ibu Mawar di KBRI Kuwait.

Beberapa hari kemudian, gaji Ibu Mawar diserahkan oleh seorang pemuda, anak laki-laki majikan Ibu Mawar di KBRI Kuwait. Penghitungan jumlah uang gaji dan penyerahan secara resmi kepada Ibu Mawar disaksikan oleh PF Konsuler Bapak Gantosori dan Atase Tenaga Kerja Bapak Alamsyah. Kedatangan pemuda tersebut sekaligus merupakan wujud komitmen keluarga majikan untuk menyelesaikan masalah dengan Ibu Mawar secara baik-baik.

 

Senyum kebahagian menerima hak-haknya, dan semangat untuk pulang
serta bertemu keluarga di Indonesia tercermin dari raut wajah Ibu Mawar (disamarkan).


Saat ini, KBRI Kuwait memproses persiapan kepulangan Ibu Mawar ke Indonesia, baik dengan otoritas di Kuwait, instansi terkait di Indonesia maupun keluarga di kampung halaman. Ibu Mawar sendiri berterima kasih kepada KBRI Kuwait dan mengaku lega dengan selesainya masalah dengan majikan. Proses persiapan kepulangan akan dijalani dengan semangat karena keluarga sudah menanti di Indonesia.

KBRI Kuwait selalu siap memberikan bantuan perlindungan bagi WNI di Kuwait. Sebaliknya, seluruh WNI di Kuwait senantiasa menjalin kontak dengan keluarga di Indonesia serta KBRI Kuwait dan sesama WNI di Kuwait. Kontak silaturahim seluas-luasnya merupakan salah satu upaya preventif terjadinya masalah di kemudian hari.


-o0o-