Kuwait Turut Menitikkan Air Mata Melihat Emak Ingin Naik Haji

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?

Setelah mengerti tentang betapa “kecil” kemungkinan bagi Emak (diperankan oleh Aty Kanser) untuk bisa pergi menunaikan ibadah haji karena biaya yang tidak sedikit dan di sisi lain Zain (diperankan Reza Rahadian) –anak Emak- tenggelam dalam kekosongan karena pekerjaannya sebagai pembuat dan pelukis jalanan tidak cukup menjanjikan untuk bisa membantu sang ibu melunasi pembayaran biaya haji, emosi penonton semakin teraduk ketika sutradara menyuguhkan suasana penuh kesyahduan dengan visualisasi si Emak yang membaca al qur’an dengan suara khas seorang wanita tua yang terdengar benar-benar keluar dari hati serta tetesan air mata di atas lembaran qur’an. Gambaran yang tepat untuk menunjukkan suasana batin seseorang yang sedang dalam puncak kerinduan mendalam untuk pergi haji namun di sisi lain harus menghadapi kenyataan secara objektif hal tersebut sulit untuk diwujudkan karena kendala biaya. Suasana yang jauh dari kesan cengeng khas kegalauan orang yang terhalang cinta kepada seseorang misalnya.

 

Pilihan ayat yang dibaca oleh Emak pun sangat pas. Meskipun dilafalkan dengan tidak sepenuhnya fasih sesuai tajwid namun dapat menggambarkan bagaimana keinginan Emak untuk pergi haji karena semata memenuhi panggilan Allah. Titik. Qul shadaqallahu fattabi’u millata ibrahiima haniifa wamaa kaana minal musyrikiin. Inna awwalal baiti wudhi’a linnaasi lalladzi bibakkata mubaaraka wa huda lil ‘alamiin. Ayat dalam Surat Ali Imran ayat 95-96 tersebut menjelaskan bahwa “Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

 

Film Emak Ingin Naik Haji yang diputar dalam rangka kegiatan Pemutaran Film Indonesia pada Festival Kebudayaan Qurain di Laila Gallery Cinema pada tanggal 15 Januari 2014 tersebut tidak ayal telah membuat penonton yang menyaksikannya tidak dapat menahan jatuhnya titik air mata. Mahmud, warga Kuwait yang menonton bersama anaknya menyatakan film yang baru saja ditontonnya sangat baik dan benar-benar menyentuh emosi. Bahkan anaknya yang berusia remaja tidak kuasa menahan air mata.

 

Gedung sinema yang berkapasitas 300 orang tersebut, malam itu penuh dan hampir tidak ada kursi yang tersisa. Hadir sebagai tamu kehormatan adalah Assistant Secretary General National Council for Culture, Arts and Letters for Cultural Affairs (NCCAL) Dr. Bader Al-Duwaish disamping turut  menyaksikan pula anggota korp diplomatik, masyarakat Kuwait maupun komunitas Indonesia di Kuwait.

 

Sebagai pengantar mengawali pemutaran film, Dubes RI menyampaikan bahwa diputarnya film Indonesia dalam Festival Kebudayaan Qurain adalah kehormatan tersendiri bagi Indonesia. Karena itu, selain mengucapkan terima kasih kepada NCCAL yang telah memberikan kesempatan kepada film Indonesia untuk ikut berpartisipasi pada Festival, Dubes Ferry juga menegaskan makna dari pemutaran film sebagai bagian dari upaya mendekatkan hubungan antara rakyat kedua negara. ”Kontak antara rakyat kedua negara merupakan inti penting dari berkembangan hubungan bilateral dua negara, tidak terkecuali antara Indonesia dan Kuwait,” ujar Dubes Ferry Adamhar.

 

Pemilihan film yang berhasil memenangkan 5 penghargaan pada Festival Film Bandung 2010 tersebut pihak (untuk kategori film, pemeran utama wanita dan pria, sutradara, serta penata artistik) oleh panitia Festival sangat pas dan terbukti dengan pernyataan penonton yang memuji film tersebut. Apresiasi yang tinggi terutama dari kalangan masyarakat Kuwait tersebut juga semakin sempurna karena kerjasama dan dukungan dari pihak panitia yang memberikan pelayanan dengan memberikan teks terjemahan bahasa Arab dalam film dimaksud -selain terjemahan bahasa Inggris yang sudah disediakan oleh KBRI Kuwait. Kedekatan budaya dan agama juga menjadi faktor penting bagi masyarakat setempat untuk memahami tentang makna ibadah haji bagi seorang muslim sehingga film ini mendapat apresiasi bagi masyarakat Kuwait.

 

 

KBRI Kuwait,    Januari 2014