Indonesia Menjadi Ketua ASEAN Committee in Kuwait (ACK) Periode Januari-Juni 2018

Kuwait City, Kuwait: Pada tanggal 8 Februari 2018, Duta Besar RI untuk Kuwait H.E. Tatang Budie Utama Razak telah menerima mandat sebagai Ketua ASEAN Committee in Kuwait (ACK) periode Januari-Juni 2018. Penyerahan mandat tersebut diserahkan langsung oleh ketua ACK periode 2017 yakni Duta Besar Filipina untuk Kuwait, H.E. Renato Pedro O. Villa dan disaksikan oleh para Duta Besar negara ASEAN lainnya.  Bertempat di Kedutaan Besar Filipina, proses penyerahan mandat tersebut berjalan lancar dan sukses.

Penunjukan Indonesia sebagai ketua ACK tahun ini dikarenakan untuk mengganti posisi Singapura yang tidak memiliki Kedutaan Besarnya di Kuwait. Sebagai informasi, pada rapat seluruh Duta Besar ASEAN di Kuwait yang berlangsung pada akhir Desember 2017, Duta Besar Thailand untuk Kuwait juga telah menawarkan diri untuk menjadi ketua ACK selama 2 (tahun) untuk periode awal 2018 hingga akhir 2019. Hal ini mengingat karena adanya kebiasaan dalam pemilihan ketua ASEAN yang ditunjuk berdasarkan abjad negara sehingga Thailand berkesimpulan bahwa apabila Singapura tidak dapat ditunjuk sebagai ketua maka Keketuaan selanjutnya akan dilimpahkan kepada Thailand.

Namun, sebagian Duta Besar ASEAN mengusulkan agar Keketuaan ACK untuk tahun 2018 dipegang oleh Indonesia. Dengan usulan tersebut, Duta Besar Tatang Razak menyanggupi namun hanya selama 6 bulan mengingat kemungkinan Duta Besar Tatang Razak akan mengakhiri tugasnya di Kuwait dalam beberapa bulan ke depan karena telah bertugas lebih dari 3 tahun.

Selain itu, dalam pidato penerimaan Keketuaan ACK Duta Besar Tatang Razak juga menyatakan akan mempertahankan event-event yang selama ini telah berjalan. Namun, satu langkah maju dari Keketuaan Indonesia adalah usulan Duta Besar Tatang Razak bahwa pada tahun ini akan dimulainya informal lunch yang rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dengan mengundang guess of honor di bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan sebagainya agar ACK dapat membahas hal-hal yang lebih substantif. (Sumber: KBRI Kuwait)