Neraca Perdagangan Indonesia - Kuwait

Menurut data dari Biro Pusat Statistik Kuwait, produk ekspor utama Kuwait adalah Minyak bumi dan turunannya. Pada tahun 2013 tercatat ekspor Kuwait dari komoditas ini sebesar KD 30.505.394.000 (sekitar Rp 1.367 Triliun). Pada tahun 2014 ekspor komoditas ini mengalami penurun akibat mulai turunnya harga minyak dunia, sehingga nilai ekspornya menjadi sebesar KD 26.833.650.000 (sekitar Rp 1.202 Triliun). Kemudian pada tahun berikutnya ekspor komoditas ini kembali mengalami penurunan yang sangat signifikan akibat anjloknya harga minyak dunia, sehingga nilai ekspornya pada tahun 2015 menjadi sebesar KD 14.581.461.000 (sekitar Rp 653 Triliun), dan tahun 2016 KD 12.526.720.000 (sekitar Rp 561 triliun). Kuartal pertama 2017 KD 3.715.406.000 (sekitar Rp 166 triliun) dan kuartal kedua 2017 sebesar KD 3.485.776.000 (sekitar Rp 156 triliyun).

Indonesia berada dalam peringkat 11 dalam hal negara tujuan ekspor komoditas Kuwait ke Indonesia turun sejak tahun 2012, yaitu KD 112,422 juta pada tahun 2016, turun dibanding tahun 2015 sebesar KD 126,050 juta, dan juga turun dibanding tahun 2014 sebesar KD180,566 juta, serta tahun 2013 sebesar KD 185,204 juta dan tahun 2012 sebesar KD336,885 juta. Penurunan ini disebabkan turunnya harga minyak.

Nilai impor Kuwait dari Indonesia (ekspor Indonesia ke Kuwait) sejak tahun 2012 terus meningkat kecuali di tahun 2016, yaitu tahun 2012 sebesar KD 184,862 juta, tahun 2013 sebesar KD 212,719 juta, tahun 2014 sebesr KD 235,730, tahun 2015 sebesar 239,245 juta dan tahun 2016 sebesar KD 190,997 juta. Di antara Negara ASEAN, Indonesia masih di atas Singapura, Filipina, namun di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam.