Hubungan Bilateral Indonesia - Kuwait

Hubungan bilateral Indonesia-Kuwait yang dijalin sejak 28 Februari 1968 secara umum berjalan dengan baik dan menunjukkan peningkatan. Kunjungan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ke Kuwait pada tanggal 29-30 April 2006, dan kunjungan mantan PM Kuwait, Sheikh Nasser Al Mohammad Al Ahmad Al Sabah ke Indonesia pada tanggal 30 Mei s/d 1 Juni 2007, dinilai sebagai capaian sejarah baru dalam peningkatan hubungan bilateral. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kesempatan kunjungan ke Kuwait telah mencanangkan perlunya memanfaatkan peluang kerja sama ekonomi dengan Kuwait.
 
Dalam pertemuan antara Menlu RI, Dr. R.M. Marty Natalegawa dengan mantan Menlu Kuwait, Sheikh Dr. Mohammad Sabah Al Salem Al Sabah, di sela-sela pertemuan KTM ke-16 GNB di Bali, tanggal 25-27 Mei 2011, kedua belah pihak berpandangan tidak adanya permasalahan mendasar yang dapat mengganjal hubungan bilateral RI-Kuwait. Kedua negara juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan dan menggali peluang-peluang baru bagi peningkatan kerja sama di segala bidang antara lain perdagangan, investasi, budaya, pendidikan dan olah raga.
 
Perdagangan Indonesia-Kuwait belum mencerminkan potensi yang dimiliki masing-masing negara. Salah satu kendala adalah masih minim dan terbatasnya hubungan langsung antara kalangan dunia usaha Indonesia dan Kuwait, khususnya sektor swasta/pengusaha.
 
Komoditi Indonesia yang diminati Kuwait adalah kertas, semen, plywood, karet, arang, bahan-bahan makanan, furniture, keramik, elektronik, bahan bangunan serta peralatan dapur dan alat-alat rumah tangga. Impor Indonesia dari Kuwait didominasi oleh produk minyak dan turunannya seperti ethylene polymers, sack & bags, kulit kambing.
 
Saat ini produk-produk Indonesia yang diminati semakin bervariasi dan semakin dikenal karena kualitas dan harganya. Peluang produk Indonesia di pasar Kuwait antara lain furniture, perlengkapan dan peralatan rumah tangga, asesoris, spareparts, makanan, garmen/tekstil dan alat tulis kantor.
 
Volume perdagangan RI-Kuwait berdasarkan data statistik Perdagangan RI selama tahun 2008 s/d 2017 cenderung fluktuatif. Pada tahun 2008 nilai perdagangan kedua negara adalah sebesar US$. 1,99 milyar, tahun 2009  sebesar US$. 1,54 milyar dan tahun 2010 sebesar US$ 1,47 milyar. Namun demikian, optimisme peningkatan volume perdagangan di antara kedua negara mulai terlihat sampai dengan bulan Oktober 2011. Dibandingkan volume perdagangan Januari-Oktober 2010, periode Januari-Oktober 2011 mengalami peningkatan 9,4%. Jumlah volume perdagangan Oktober 2010 sebesar US$ 1,11 milyar, sementara Oktober 2011 sebesar US$ 1,22 milyar. Berlanjut tahun 2012 sebesar US$ 45 juta, tahun 2013 sebesar US$ 45,5 juta, tahun 2014 sebesar US$ 72,6 juta, tahun 2015 sebesar US$ 95,3 juta, tahun 2016 sebesar US$ 91,2 juta dan di tahun 2017 (Jan-Nov) sebesar US$ 426,8 juta.