Surat Keterangan Menikah

Persyaratan Surat Keterangan Menikah (Muslim) untuk Calon Mempelai WNI (Warga Negara Indonesia):

  1. Paspor Republik Indonesia yang masih berlaku.
  2. Kartu tanda penduduk Indonesia yang masih berlaku.
  3. Akta kelahiran.
  4. Kartu keluarga (atas nama kepala keluarga, yaitu atas nama ayah pemohon).
  5. Surat keterangan masuk islam (jika mualaf).
  6. Surat cerai dari pengadilan di Indonesia atau surat kematian (Jika status duda/janda).
  7. Model N1, N2, N3, N4 dan N5 yang dikeluarkan oleh kepala desa dan keseluruhan surat tersebut harus dicop camat dan kepala desa atau Notaris resmi (surat berlaku 5 bulan dari tanggal dikeluarkan).
  8. Model surat rekomendasi dari kantor urusan agama (surat berlaku 5 bulan dari tanggal dikeluarkan).
  9. Surat ketrerangan wali dikeluarkan oleh kantor urusan agama (bagi calon perempuan saja). Bagi calon laki-laki adalah surat persetujuan menikah dari ayah dan ibu yang dicop camat dan kepala desa (surat berlaku 5 bulan dari tanggal dikeluarkan).
  10. Fotocopy kartu tanda penduduk ayah dan ibu.
  11. Surat cerai / surat kematian (jka ayah dan ibu sudah bercerai ataupun telah meninggal dunia).
  12. 1 (satu) lembar foto baju berkerah, latar belakang putih, ukuran paspor (4x6).
  13. Surat kebernaran menikah dari majikan (bagi yang masih bekerja) bukti COM (pembatalan) visa kerja.


Persyaratan Surat Keterangan Menikah (Muslim) untuk Calon Mempelai Warga Negara Malaysia:

  1. Kad pengenalan (KP/IC) Malaysia berwarna biru. (Original and Fotocopy).
  2. Surat lahir (birth certificate) Malaysia.
  3. Surat keterangan masuk islam (jika mualaf).
  4. Surat akuan bujang / dara yang dikeluarkan oleh pejabat daerah atau pesuruhjaya sumpah Malaysia (surat berlaku 5 bulan dari tanggal dikeluarkan).
  5. Surat cerai dari mahkamah Malaysia atau surat kematian (jika status duda / janda).
  6. Surat izin menikah dari ayah dan ibu (bagi calon perempuan saja) yang dicop oleh ketua kampung / pejabat daerah.
  7. Fotocopy kad pengenalan (KP/IC) Malaysia ayah dan ibu.
  8. Surat cerai atau surat kematian (jika ayah dan ibu bercerai / meninggal dunia).
  9. 1 (satu) lembar foto baju berkerah, latar belakang putih, ukuran paspor (4x6).


Keterangan:

  • Model N1 - Surat keterangan untuk menikah.
  • Model N2 - Surat keterangan asal-usul.
  • Model N3 - Surat persetujuan mempelai.
  • Model N4 - Surat keterangan tentang orangtua.
  • Model N5 - Surat izin orangtua.


Perhatian:

  • Bagi calon mempelai WNI (Warga Negara Indonesia) yang mempunyai permit kerja dari Imigresen Malaysia yang masih berlaku, harus mendapatkan surat kebenaran dari majikan untuk menikah dengan calon mempelai Warga Negara Malaysia.
  • Fotocopy kartu tanda penduduk / paspor istri pertama. (jika poligami).
  • Surat kebenaran dari istri pertama untuk menikah lagi dan disahkan oleh camat dan kepala desa. (jika poligami).
  • Surat kebenaran dari mahkamah Malaysia dan pengadian agama Indonesia yang membenarkan poligami (jika poligami).
  • Pembayaran biaya administrasi sebesar RM 103.00 (Ringgit Malaysia Satu Ratus Tiga) kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia - Kuching setelah semua dokumen dan surat betul dan lengkap.
  • Penulisan data pada semua dokumen dan surat, harus sesuai dengan data pada paspor ataupun kartu tanda penduduk / kad pengenalan (KP/IC) Malaysia.
  • Seluruh dokumen dan surat seperti yang dinyatakan di atas, harus dibawa asli (original) dan fotocopy.



Persyaratan Surat Keterangan Menikah (Non-Muslim) untuk Calon Mempelai WNI (Warga Negara Indonesia):

  1. Paspor Republik Indonesia yang masih berlaku.
  2. Kartu tanda penduduk Indonesia yang masih berlaku.
  3. Akta kelahiran.
  4. Kartu keluarga yang ditandatangani dan dicop oleh Plh. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Kepala Keluarga (atas nama Kepala Keluarga, yaitu atas nama Ayah pemohon dan pemohon).
  5. Surat cerai dari pengadilan Indonesia atau surat kematian (jika status duda / janda).
  6. Surat keterangan belum pernah menikah yang dikeluarkan oleh kepala desa dan dicop oleh camat dan kepala desa atau notaris resmi (surat berlaku 5 bulan dari tanggal dikeluarkan).
  7. Surat persetujuan untuk menikah dari Ayah dan Ibu yang dicop oleh camat dan kepala desa atau notaris resmi (surat berlaku 5 bulan dari tanggal dikeluarkan).
  8. Fotocopy kartu tanda penduduk Ayah dan Ibu.
  9. Surat cerai / surat kematian (jika ayah dan ibu bercerai ataupun telah meninggal dunia).
  10. 1 (satu) lembar foto baju berkerah, latar belakang putih, ukuran paspor (4x6).


Persyaratan Surat Keterangan Menikah (Non-Muslim) untuk Calon Mempelai Warga Negara Malaysia:

  1. Kad pengenalan (KP/IC) Malaysia berwarna biru. (Original and Fotocopy).
  2. Surat lahir (birth certificate) Malaysia.
  3. Surat akuan bujang / dara yang dikeluarkan oleh pejabat daerah atau pesuruhjaya sumpah Malaysia (surat berlaku 5 bulan dari tanggal dikeluarkan).
  4. Surat cerai dari mahkamah Malaysia atau surat kematian (jika status duda / janda).
  5. Surat izin menikah dari ayah dan ibu (bagi calon perempuan saja) yang dicop oleh ketua kampung / pejabat daerah.
  6. Fotocopy kad pengenalan (KP/IC) Malaysia ayah dan ibu.
  7. Surat cerai atau surat kematian (jika ayah dan ibu bercerai / meninggal dunia).
  8. 1 (satu) lembar foto baju berkerah, latar belakang putih, ukuran paspor (4x6).


Perhatian:

  • Bagi calon mempelai WNI (Warga Negara Indonesia) yang mempunyai permit kerja dari Imigresen Malaysia yang masih berlaku, harus mendapatkan surat kebenaran dari majikan untuk menikah dengan calon mempelai Warga Negara Malaysia.
  • Certificate masuk agama (kristen dari gereja / budha dari tokong).
  • Surat dari Ayah dan Ibu yang membenarkan anaknya untuk menukar agama yang dicop dan disahkan oleh camat dan kepala desa atau notaris resmi.
  • Pembayaran biaya administrasi sebesar RM 103.00 (Ringgit Malaysia Satu Ratus Tiga) kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia - Kuching setelah semua dokumen dan surat betul dan lengkap.
  • Penulisan data pada semua dokumen dan surat, harus sesuai dengan data pada paspor ataupun kartu tanda penduduk / kad pengenalan (KP/IC) Malaysia.
  • Seluruh dokumen dan surat seperti yang dinyatakan di atas, harus dibawa asli (original) dan fotocopy.