Perlindungan terhadap pelajar CLC

Pada tanggal 12 Februari 2017, TIM dari KJRI Kuching mengadakan Reach Out ke wilayah MIRI,  Sarawak untuk melakukan pembuatan dan pembaharuan paspor anak-anak Buruh Migran Indonesia (BMI) yang belajar yang belajar di beberapa Community Learning Center (CLC) di Sarawak.

Berdasarkan hasil dari pendataan yang dilakukan KJRI terdapat sekitar 540 pelajar CLC yang tidak mempunyai paspor atau paspor yang dimiliki sudah habis masa berlakunya sehingga mereka tidak dapat diuruskan pass pelajar. Sebagai catatan setelah izin pendirian CLC di Sarawak disetujui oleh peperintah  Malaysia semua pelajar harus memiliki visa pelajar. Untuk pengurusan visa pelajar tersebut otomatis mereka harus mempunyai paspor. Karenanya dalam rangka memberikan perlindungan terhadap pelajar CLC tersebut KJRI menerbitkan paspor bagi pelajar yag tidak memiliki paspor.

Karena lokasi mereka yang  jauh dari kantor KJRI Kuching, maka proses wawancara dan pengambilan foto serta sidik jadi dilakukan di beberapa titik lokasi untuk mempermudahkan mereka dan mengurangi resiko anak-anak diperjalanan jika harus melakukan perjalanan ke Kuching  karena tidak mempunyai dokumen yang sah.

Kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap dan untuk yang pertama dilakukan di CLC Ladang Tiga, Miri yang diikuti oleh  150 pelajar dari  7 buah CLC yang berada di Miri dan sekitarnya.(bro)