Penyelamatan 4 WNI Nelayan Terdampar Di Perairan Perak, Malaysia

Pada Selasa, 6 November 2018, KBRI Kuala Lumpur menerima informasi dari APMM Perak terkait 4 WNI nelayan tradisional yang diselamatkan setelah mengapung 4 hari 5 malam di perairan Indonesia kemudian terdampar di Pulau Jarak Malaysia. Keempat WNI tersebut diselamatkan setelah terdampar di Pulau Jarak dalam kondisi sehat oleh Markas Armada Barat, Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dengan menggunakan Kapal Diraja (KD) Ledang. Para WNI kemudian ditampung sementara di kantor APMM Negeri Perak, di Lumut, Perak (3-4 jam dari Kuala Lumpur).


Melalui komunikasi intensif, Tim KBRI segera menyiapkan dokumen SPLP untuk proses pemulangan korban. Para WNI tersebut adalah Baharuddin bin Nikman (42th), Arifin bin Suparno (34th), Sulaiman bin Suparno (37th), dan Bangkit Hutabarat (38th).

Pada Rabu, 7 November 2018, Koordinator Satgas KBRI, menugaskan Tim yang terdiri dari Sdr. Shabda Thian, Sekretaris Pertama Konsuler dan Sdr. Gustav Wahyudi, staf Konsuler, untuk berkunjung ke APMM Negeri Perak di Lumut dan melakukan serah terima ke-4 WNI korban terdampar. Dalam pertemuan, para WNI mengaku mendapat perlakuan yang sangat baik sejak diselamatkan dari Pulau Jarak dan telah diberi kesempatan berkomunikasi langsung dengan keluarga di Indonesia. Apresiasi dan penghargaan telah disampaikan kepada pihak APMM dan TLDM atas jasa baik penyelamatan para WNI tersebut.


Tim selanjutnya menampung sementara para WNI di hotel setempat dan memberikan kesempatan lagi kepada mereka untuk menghubungi keluarga di Indonesia. Pada Kamis 8 November 2018, Tim berkoordinasi dengan APMM, mengawal keempat WNI untuk pengurusan exit permit dari pihak Imigresen Malaysia dan tiket kepulangan dari Pelabuhan Hutan Melintang dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Balai Asahan. Selain akomodasi hotel, permakanan dan tiket kapal, Tim juga menyediakan uang bantuan repatriasi bagi WNI terdampar secukupnya.


Para WNI mengungkapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan KBRI Kuala Lumpur dan berharap bantuan pemulangan dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan menuju kampung mereka. KBRI akan mengkoordinasikan kepulangan mereka dengan instansi di Indonesia.