872 WNI di Deportasi dari Semenanjung Malaysia 23 & 24 Mei 2017

5/23/2017

No. 016/SP-JB/5/2017

Pemerintah Malaysia, pada 23 dan 24 Mei 2017 telah mendeportasi 872 WNI/Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) yang terdiri 588 laki-laki, 268 perempuan, 9 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. 588 orang tersebut  merupakan WNI yang ditangkap dalam operasi Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) dan telah menjalani masa hukuman diberbagai depoh di Semenanjung Malaysia.              

Pelanggaran yang dilakukan oleh WNI/PMI-B tersebut pada umumnya berupa pelanggaran keimigrasian/overstayer, pendatang illegal murni serta tidak memiliki permit kerja. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kep. Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogykarta, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat.

Satgas Perlindungan KJRI Johor Bahru telah melakukan proses identifikasi, pengecekan kewarganegaraan dan mempersiapkan kelengkapan dokumen SPRI/SPLP kepada WNI/PMI-B yang dideportasi tersebut. Mereka dideportasi dengan menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Pasir Gudang ke Tanjung Pinang. Selanjutnya WNI/PMI-B tersebut akan ditampung di Rumah Penampungan Warga Negara Indonesia Migran Korban Perdagangan Orang (RPWNI-MKPO) sebelum dipulangkan ke daerah asalnya oleh Kementerian Sosial. Sejak Januari 2017 s.d 24 Mei 2017, WNI/PMI-B yang dideportasi berjumlah 6978 orang. (KJRIJB/MB/AB/DL)