Deportasi dari Semenanjung Malaysia Periode Agustus 2017

9/18/2017

No. 021/SP-JB/8/2017 
 
Selama bulan Agustus 2017, pemerintah Malaysia telah mendeportasi 1.511 WNI/Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) yang terdiri dari 1.074 laki-laki, 394 perempuan, 23 kanak-kanak laki-laki dan 20 kanak-kanak perempuan. WNI/PMI yang di deportasi tersebut ditangkap oleh otoritas setempat dalam operasi Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) dan telah menjalani masa hukuman diberbagai depoh/rumah tahanan imigrasi di Semenanjung Malaysia.                 

Pelanggaran yang dilakukan oleh WNI/PMI-B tersebut pada umumnya berupa pelanggaran keimigrasian/overstayer, pendatang ilegal murni serta tidak memiliki permit kerja. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.​​

KJRI Johor Bahru telah melakukan proses identifikasi, pengecekan kewarganegaraan dan mempersiapkan kelengkapan dokumen SPRI/SPLP kepada WNI/PMI-B yang di deportasi tersebut. Mereka dipulangkan ke Indonesia menggunakan kapal ferry dari Johor ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.​​

Hingga 31 Agustus 2017 terdapat 12.262 orang WNI-B yang telah di deportasi oleh Pemerintah Malaysia. (KJRIJB/MB/AB/AFF)