4 ABK Ditangkap Oleh Agensi Peguatkuasa Maritim Malaysia

6/21/2017

No. 018/SP-JB/7/2017

Patroli Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) dengan menggunakan Kapal Petir 85 telah menangkap sebuah kapal bernama KM Sanrus Sejahtera 1 pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2017 sekitar pukul 12.40 waktu setempat. Kapal tersebut merupakan barter trade (kapal dagang) yang sudah biasa melayani rute Tanjung Balai Karimun – Batu Pahat dan pada saat ditangkap terdapat 4 (empat) laki-laki WNI yang semuanya adalah ABK.

Keempat ABK tersebut tertangkap karena pada saat pemeriksaan oleh patroli APMM ditemukan kasur matras sebanyak 35 buah. Kasur tersebut sebenarnya sudah didaftarkan kepada Jabatan Kastam Malaysia dan diangkut oleh Kapal Motor Jaya Baru 88 untuk dibawa ke Indonesia. Namun, dikarenakan kapal sudah melebihi kapasitas dan mengakibatkan kapal oleng tidak stabil, maka kasur tersebut dipindahkan ke KM Sanrus Sejahtera 1 yang yang sebenarnya dibawah agensi yang sama dengan KM Jaya Baru 88 tersebut.

Agensi kapal tidak memberikan informasi kepada Pejabat Kastam Malaysia bahwa telah melakukan perpindahan kasur tersebut, sehingga ABK tidak dapat memberikan Borang Kebenaran Membawa Barang (Borang K5) dari Pajabat Kastam Malaysia. Oleh karena itu KM Sanrus Sejahtera 1 dibawa kembali ke pangkalan Maritim Batu Pahat untuk ditindaklanjuti oleh pegawai penyiasat.

Satgas KJRI Johor Bahru telah bertemu dengan salah satu ABK dan diperoleh informasi bahwa ketiga ABK lainnya saat ini ditahan dalam lokap IPD Batu Pahat. ABK tersebut juga menjelaskan bahwa mereka sudah sering keluar masuk Batu Pahat dibuktikan dengan cop keluar masuk pada paspor mereka.

Atas kesalahan ini, mereka dituduhkan dibawah Seksyen 135 (1)(C) Akta Kastam 1967 yang menyatakan bahwa :

"Dengan menyalahi undang-undang memindah atau mengeluarkan atau dengan apa-apa cara membantu atau terlibat dalam memindah atau mengeluarkan apa-apa barang-barang daripada kawalan kastam dengan menyalahi undang-undang".

Satgas KJRI Johor Bahru sudah berkoordinasi dengan Pengganti Pegawai Penyiasat Pangkalan Maritim Batu Pahat agar keempat orang tersebut dibebaskan dan hanya dikenakan membayar denda kepada Kerajaan Malaysia akibat dari pelanggaran undang - undang tersebut. Pada tanggal 21 Juni 2017 keempat ABK tersebut sudah dibebaskan dengan membayar denda sebesar RM 100/orang dan kapal yang mereka bawa pun dikembalikan dan tidak ditahan oleh pihak APMM. KJRI/MB/IC/DL​