Pengusaha Peshawar Sepakat Gali Potensi Bisnis dengan Indonesia

Dengan pemerintahan baru Pakistan di bawah PM Imran Khan dari Pakistan Tehrik Insaf (PTI) sebagai the ruling party yang memiliki basis konstituen di Provinsi Khyber Pakhtunkwa (KPK), akan memberikan perhatian lebih kepada provinsi tersebut. Selama ini pembangunan di KPK dianggap lebih tertinggal dibanding provinsi lainnya, sehingga perhatian tersebut akan mendorong geliat ekonomi sekaligus menjadi peluang bagi peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi. Duta Besar RI Islamabad, Iwan Suyudhie Amri didampingi Staf KBRI melakukan lawatan ke Peshawar Ibu Kota KPK. “Berkunjung ke Peshawar sebagai upaya lebih menggali potensi bisnis yang belum tergarap maksimal, tanpa menyampingkan nilai strategis dari provinsi lain yang telah dilakukan sejak lama," tutur Dubes Iwan. Kehadiran di Kota Peshawar dinilai penting karena memiliki sentimen tersendiri bagi pebisnis asal KPK dengan jumlah penduduk sekitar 35 juta jiwa dan GDP propinsi sekitar USD 85 milyar. Selain itu Peshawar juga memiliki posisi geografis yang sangat strategis sebagai hub menuju Afghanistan dan Negara Asia Tengah.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di kantor Sarhad Chamber of Commerce and Industry (SCCI), para pelaku bisnis di Peshawar ingin menerjemahkan hubungan baik sejarah Pakistan dengan Indonesia ke dalam kerangka kerja sama bisnis yang lebih mutual dan produktif. Hal lain yang ditangkap adalah mereka ingin lebih menggali potensi daya beli produk Indonesia sebagaimana juga potensi pasar Indonesia bagi penetrasi berbagai produk andalan KPK.

 

“Potensi yang diberikan Preferential Trade Agreement (PTA) belum semuanya tergarap secara maksimal oleh pengusaha kedua negara," ujar Dubes RI. Meskipun dari sisi neraca perdagangan Indonesia lebih diuntungkan, masih terdapat peluang yang terbuka lebar bagi kedua negara untuk meningkatkan lebih jauh dan bahkan menyeimbangkan nilai perdagangan kedua negara. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Presiden SCCI, Zahid Ullah Shinwari mengenai perlunya keberlangsungan/sustainable dari hubungan bersahabat kedua negara yang dikemas dalam kerangka kerja sama bisnis yang lebih intensif dan produktif. Kalangan usaha Pakistan mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang memberikan tambahan tingkat tariff nol persen bagi 20 item produk Pakistan masuk ke pasar Indonesia. Ditambahkan bahwa PM Imran Khan mendorong Provinsi KPK membuka dan mengundang calon investor asing termasuk dari Indonesia untuk menjajagi investasi di sektor eksplorasi migas, energi dan perumahan.

 

Pihak SCCI mengharapkan PTA juga dapat ditingkatkan menjadi Free Trade Agreement (FTA) sehingga produk-produk unggulan pengusaha provinsi KPK, seperti, furniture, karpet, alumunium, batu mulia, handy craft, buah dan sayuran segar serta komoditi lainnya dapat bersaing di pasaran Indonesia. “Keinginan mereka untuk meningkatkan ekspor merupakan kewajaran, ditengah tren peningkatan hubungan dagang Indonesia-Pakistan yang pertahunnya rata-rata mencapai 18% dan surplus Indonesia yang lebih tinggi," ujar Dubes Iwan. Total nilai perdagangan bilateral tahun 2017 sebesar USD 2,64 milyar, dengan surplus Indonesia sebesar USD 2,15 milyar.

 ​

Kesempatan bertemu dengan kalangan pengusaha juga dimanfaatkan oleh Dubes RI untuk mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) tanggal 24-28 Oktober 2018 di BSD Serpong, sekaligus mengundang para pengusaha KPK hadir di acara tersebut. “TEI akan memperkaya pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai kapasitas ekonomi Indonesia sekaligus menuai potensi bisnis yang belum tergarap secara maksimal," lanjut Dubes Iwan. Merespon hal itu, Presiden SCCI akan membentuk delegasi untuk menghadiri TEI guna mewujudkan keinginan berbisnis dengan Indonesia sekaligus berwisata ke Bali.

 

Untuk lebih menggali potensi bisnis yang belum tergarap di KPK, selain berkunjung ke SCCI, Dubes RI juga menyambangi pengusaha pemilik tujuh perusahaan besar sekaligus politisi berpengaruh di Peshawar, Mr. Affan Aziz di kediamannya.