Dialog Santai: Membumikan Nilai Islam dalam Kehidupan Berbangsa

​​Umat Islam di Indonesia mampu merumuskan Pancasila sebagai suatu formula bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang berakar dari nilai Islam yang universal. Demikian intisari penjelasan yang disampaikan oleh Dr. Asep Saepudin Jahar, dalam acara dialog dengan mahasiswa Indonesia di KBRI Islamabad.

 

“Nilai-nilai seperti toleransi dan keadilan sebagai bagian dari doktrin ajaran Islam yang universal mengalami kontekstualisasi seiring dengan proses sejarah," Dekan Fakutas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta tersebut menjelaskan bagaimana hasil interaksi umat Islam dengan kondisi lingkungan di Nusantara kemudian membentuk suatu sistem pemerintahan demokratis yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

 

Mengawali acara dialog santai tersebut, Dubes RI Iwan Suyudhie Amri menekankan peran penting masyarakat menjaga demokrasi, berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dalam mensukseskan Pemilu 2019. “Mari kita ikut membangun demokrasi agar semakin melembaga, bukan hanya sekedar jargon tapi menjadi nilai kehidupan bernegara dan bermasyarakat demi kesejahteraan dan kemaslahatan kita. Perbedaan pilihan politik hendaknya tidak mengurangi kesatuan dan persatuan bangsa", ajak Dubes Iwan.

 

Acara dialog diselenggarakan oleh KBRI Islamabad bekerjasama dengan PPLN Islamabad sebagai upaya edukasi demokrasi kepada masyarakat Indonesia di Pakistan. Dalam sesi tanya jawab dengan mahasiswa juga terlontar seruan agar sebagai Muslim kita selalu mengedepankan akhlakul karimah dalam kehidupan berbangsa, bersikap toleran dan menghindari penyebaran berita hoax.

 

Dr. Asep Saepudin Jahar dan beberapa dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sedang melakukan penelitian di Pakistan mengenai pengembangan Islamic Microfinance dan Urban Sufisme serta upaya peningkatan kerjasama dengan International Islamic University of Islamabad (IIUI). Kehadiran mereka di Pakistan juga dimaksimalkan KBRI Islamabad untuk berbagi pemikiran kebangsaan kepada generasi muda Islam Indonesia di Pakistan.  

 

Pondasi kehidupan berbangsa akan semakin kokoh apabila kaum intelektual muda mampu menggali intisari ajaran Islam yang mengedepankan nilai keadilan dalam konteks keindonesiaan.     ​