Keanggotaan dan Pengambilan Keputusan

DK terdiri atas 15 negara anggota, yaitu 5 anggota tetap (AS, Inggris, Perancis, RRC, Rusia) dan 10 anggota tidak tetap. Tiap anggota tidak tetap memiliki periode keanggotaan 2 tahun (periode keanggotaan Indonesia dari 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020).

Pada saat Indonesia memulai keanggotaannya, komposisi 14 negara anggota DK lainnya adalah:​

Screen Shot 2019-02-01 at 14.07.47.png 

Pengambilan keputusan DK dilakukan melalui pemungutan suara (voting), sebagai berikut:

  1. Keputusan untuk hal prosedural (procedural vote) disahkan apabila didukung setidaknya 9 negara anggota tanpa memandang anggota tetap atau tidak.
  2. Keputusan untuk semua hal lain disahkan apabila didukung oleh setidaknya 9 negara anggota termasuk seluruh negara anggota tetap DK (veto).

Terkait hak veto, Indonesia berpandangan bahwa masyarakat internasional perlu mempertimbangkan penghapusan hak veto, dan sembari terus menyuarakan hal tersebut, Indonesia juga mendukung inisiatif untuk membatasi penggunaan hak veto, misalnya, dengan tidak menggunakan hak veto untuk situasi yang secara jelas termasuk kejahatan kemanusiaan dan situasi humaniter. Karenanya,  Indonesia mendukung usulan kelompok Accountability, Coherence, and Transparency (ACT) bagi perumusan Code of Conduct serta inisiatif Perancis dan Meksiko terkait pembatasan penggunaan veto.​