Presiden Jokowi Tekankan Kerja Sama Ekonomi dan Maritim dalam Kemitraan ASEAN-RRT

11/14/2014

Presiden Jokowi hadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 ASEAN-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tanggal 13 November 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar. KTT tersebut juga dihadiri oleh seluruh Kepala Negara/Pemerintahan negara anggota ASEAN, Perdana Menteri RRT dan Sekretaris-Jenderal ASEAN.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan 3 (tiga) hal utama terkait kerja sama kemitraan ASEAN-RRT, antara lain:

  • Pentingnya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat ditujukan pada peningkatan kesejahteraan bersama, pertumbuhan ekonomi yang seimbang, investasi yang berkualitas, dan pedagangan yang adil.

  • Pentingnya pembangunan infrastruktur regional. Investasi dalam pembangunan jalan, deep-sea port, zona industri, serta pasar tradisional, sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi ASEAN dan kebutuhan masyarakat.

  • Pentingnya peningkatan kerja sama di bidang konektivitas, termasuk konektivitas maritim. Dalam kaitan ini, Indonesia menyambut baik Tahun Kerja Sama Maritim ASEAN-RRT 2015.

Hubungan kerja sama ASEAN dengan RRT dimulai secara informal pada tahun 1991 dan menjadi mitra wicara penuh ASEAN pada tahun 1996. Kerja sama kemitraan ASEAN-RRT meningkat menjadi kerja sama kemitraan strategis pada tahun 2003. Kerja sama yang menonjol dari kerja sama kemitraan ASEAN-RRT adalah kerja sama ekonomi dan maritim. Perdagangan ASEAN-RRT menunjukkan tren yang positif dengan total ekspor USD 145,705 milyar pada tahun 2011, naik 28,9 persen dari tahun sebelumnya. Dalam bidang maritim, tahun 2015 dicanangkan sebagai Tahun Kerja Sama Maritim ASEAN-RRT.

(Sumber: Ditjen KSA)