PEMERINTAH INDONESIA SAMBUT BAIK PEMERINTAHAN BARU AFGHANISTAN

12/26/2001

Pemerintah Republik Indonesia menyambut baik terbentuknya pemerintahan baru Afghanistan, yang telah dilantik pada tanggal 22 Desember 2001 di Kabul. Pemerintahan sementara (interim administration) di bawah pimpinan Chairman Hamid Karzai tersebut merupakan salah satu hasil dari proses perundingan Bonn, yang disponsori oleh PBB.

Pemerintah Indonesia telah secara konsisten menekankan pentingnya peranan PBB dalam upaya-upaya politik dan diplomatik guna mencapai solusi yang komprehensif dalam masalah Afghanistan. Pemerintah Indonesia, seperti yang disampaikan Menlu Hassan Wirajuda pada Sidang Majelis Umum PBB pada tanggal 15 november 2001, juga telah menekankan bahwa peranan PBB tersebut perlu ditujukan untuk mendukung upaya-upaya rakyat Afghanistan sendiri, termasuk dalam pembentukan suatu pemerintahan yang berbasis luas (broad based), multi-etnik, dan mewakili seluruh rakyat Afghanistan. Proses perundingan yang diselenggarakan di Bonn merupakan kesempatan untuk membangun kembali perdamaian (peace building) di Afghanistan dari bencana konflik selama 23 tahun. Dalam konteks ini, Pemerintah Indonesia mendukung hasil-hasil yang telah dicapai dalam perundingan damai Bonn yang difasilitasi oleh Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Afghanistan, Lakhdar Brahimi. 

Atas instruksi Deplu, Duta Besar RI untuk Pakistan yang berkedudukan di Islamabad telah mewakili Pemerintah RI dalam menghadiri upacara pelantikan pemerintahan sementara Afghanistan yang berlangsung di Kabul pada hari Sabtu, 22 Desember 2001.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Pakistan juga telah ditugasi untuk meninjau aset-aset milik Pemerintah RI di Kabul yang sebelumnya digunakan oleh Kedutaan Besar RI.  Pada waktunya yang tepat dan jika situasinya  kondusif, Pemerintah RI akan mempertimbangkan untuk membuka kembali Perwakilan RI dan menempatkan kembali pejabat-pejabat diplomatik Indonesia di Perwakilan RI di Kabul, Afghanistan. Sejauh ini, negara-negara yang sudah mulai membuka kembali Kedutaan Besar di Kabul adalah Amerika Serikat, Inggris, Turki, India, Turkmenistan, Iran, Jerman, Perancis, Italia dan Jepang. 
        

Jakarta, 26 Desember 2001