Wakil Presiden Jusuf Kalla Resmi Buka Bali Democracy Forum ke-10

​​

Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka secara resmi Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum / BDF) ke-10 di International Convention Exhibition (ICE) Serpong, Banten (7/12). 


Serpong, Banten: Bali Democracy Forum (Forum Demokrasi Bali/BDF) ke-10 telah dibuka oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Banten, pada Kamis (7/12). Pada sesi pembukaan, para delegasi mendengarkan Laporan Menteri Luar Negeri RI terkait penyelenggaraan BDF ke-10, Presentasi hasil BDF Chapter Tunis oleh Menteri Luar Negeri Tunisia, Pesan Video Sekjen PBB, serta Keynote Speech dari Presiden Nauru dan Wakil Presiden RI sekaligus membuka BDF ke-10.

Dalam pidato kunci, Wakil Presiden RI menekankan keyakinan Indonesia bahwa demokrasi memberikan manfaat dan memberikan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi. Wapres juga menekankan Indonesia adalah contoh bagaimana Demokrasi dapat memberikan manfaat konkret bagi masyarakat berupa kemakmuran dan perdamaian. Indonesia telah memilih demokrasi sebagai jalan hidup bernegara, yang diyakini sebagai pilihan terbaik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi, dalam laporannya menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini yaitu “Does Democracy Deliver?" adalah tepat, mengingat adanya kekhawatiran global terkait sistem demokrasi dan kemampuannya untuk mengelola keberagaman, keamanan, kesetaraan, dan keadilan sosial.

Dalam pesan videonya, Sekjen PBB Antonio Gutteres mengapresiasi BDF sebagai forum untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran berdemokrasi melalui kerja sama dialog pada tataran regional dan global.

Presiden Nauru, Baron Divavesi Waqa dalam keynote speechnya menyerukan bahwa keberhasilan demokrasi tidak terlepas dari upaya komunitas internasional dalam memenuhi komitmennya, terutama pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030 yang memandatkan pemberantasan kemiskinan, penanggulangan dampak perubahan iklim, dan kerja sama untuk pembangunan berkelanjutan.

Menteri Luar Negeri Tunisia, Khemaies Jhinaoui, diundang secara khusus untuk menyampaikan hasil dari BDF Chapter Tunis yang diselenggarakan pada 2 Oktober 2017 lalu di Tunis, Tunisia. BDF Chapter Tunis merupakan BDF Chapter pertama yang diselenggarakan di luar Indonesia.

Mempertimbangkan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Agung, tempat penyelenggaraan BDF yang selama ini di Bali, telah dipindahkan ke Banten untuk menghindari ketidaknyamanan perjalanan para delegasi.

Sesi pembukaan dihadiri oleh hampir 400 peserta yang berasal dari 96 negara dan 7 Organisasi Internasional. Forum kali ini bersifat khusus karena sekaligus memperingati satu dekade penyelenggaraan BDF. Untuk pertama kalinya, BDF juga menyelenggarakan Bali Democracy Student Conference (BDSC) sebagai upaya edukasi demokrasi kepada generasi muda.

Sesi pembukaan akan dilanjutkan oleh dua sesi Ministerial Panel bertemakan Democracy for Managing Diversity, Security, Equity, and Social Justice dengan moderator Dr. Alwi Shihab (Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI) dan Dr. N. Hassan Wirajuda (Menlu RI periode 2001-2009). (Sumber: Kemlu RI)