KBRI Phnom Penh Tingkatkan Layanan Kekonsuleran

Phnom Penh, Kamboja: Sekitar 60 masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai operator hotel entertainment di Chrey Thom, Propinsi Kandal, Kamboja menghadiri Sosialisasi Kekonsuleran yang diselenggarakan oleh KBRI Phnom Penh (20/12).

KBRI Phnom Penh menyelenggarakan Sosialisasi Kekonsuleran ini untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Indonesia mengenai implementasi Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), pengenalan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN), dan sekilas informasi terkait persiapan Pemilu 2019. 

Dalam Pertemuan tersebut, disampaikan kembali mengenai pentingnya Lapor Diri bagi mereka yang baru tiba di Kamboja ke KBRI Phnom Penh. Hal ini akan memudahkan bagi KBRI dalam memberikan bantuan kekonsuleran dan perlindungan kepada masyarakat Indonesia di wilayah akreditasi KBRI Phnom Penh. 

Disamping itu, KBRI juga mendorong kepada masyarakat Indonesia yang berdomisili di Kamboja untuk dapat mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku agar terhindar dari berbagai permasalahan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Indonesia yang hadir menyampaikan beberapa pertanyaan seputar perbedaan antara aplikasi SIMKIM dengan layanan pembuatan paspor manual selama ini, jangka waktu, dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan oleh pemohon WNI; informasi mengenai prosedur pembuatan KMILN dan manfaatnya; serta tahapan-tahapan persiapan menjelang Pemilu 2019.

Berdasarkan data KBRI Phnom Penh, terdapat sekirat 700 WNI yang tinggal di Chrey Thom, yang secara umum berprofesi sebagai operator hotel entertainment. Jarak tempuh Kota Chrey Thom dengan Phnom Penh sekitar 2 jam perjalanan darat. (KBRI Phnom Penh)