Promosi Kerukunan Hidup Beragama Indonesia di Slowakia

Bratislava, Slowakia: KBRI Bratislava bekerja sama dengan Bratislava Culture and Information Center (Bratislavske kulturne a informacne stredisko-BKIS) menyelenggarakan pameran foto hasil karya H.E. Mr. Pavol Demes, mantan Menteri Luar Negeri Slowakia, dengan tema “Indonesia: Unity in Diversity" di Klarisky Church, Bratislava. Kegiatan pameran foto berlangsung dari tanggal 26 November 2018 hingga 3 Desember 2018. Pameran foto juga sebagai rangkaian perayaan 25 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Slowakia.

Foto-foto merupakan hasil dokumentasi Pavol Demes selama berkunjung ke Indonesia pada tanggal 12-21 April 2018, sebagai potret toleransi dan kerukunan kehidupan beragama serta dialog antar kepercayaan yang di Indonesia. Kunjungan ini merupakan kerja sama antara KBRI Bratislava dengan Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI. Selama di Indonesia, Pavol Demes mengunjungi pusat peribadatan agama seperti masjid, gereja, wihara, pura, kelenteng dan panti asuhan di tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung dan Jogjakarta.

Pembukaan pameran dihadiri oleh pejabat tinggi Slowakia, kalangan diplomatik dari negara sahabat, kalangan media dan pers, akademisi, serta perwakilan komunitas agama di Bratislava. Acara pembukaan pameran diawali dengan lantunan lagu Obat Hati (Tombo Ati) yang dimainkan secara apik melalui kolaborasi musisi Indonesia (kendang Bali), Slowakia (piano) dan Montenegro (akordion).

Duta Besar RI Adiyatwidi Adiwoso, dalam sambutannya pada acara pembukaan, menyampaikan bahwa pameran foto ini dilaksanakan sebagai bentuk lain kegiatan interfaith dialog bekerjasama dengan pihak Slowakia. Pameran foto mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika" atau “Unity in Diversity" dan mengambil filosofi Pancasila. Melalui pameran ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih baik serta menghindari adanya miskonsepsi, mispersepsi, dan misinterpretasi tentang perbedaan agama.

Hadir sebagai Guest of Honour adalah H.E. Mr. Stefan Rozkopal, Kepala Kantor Kepresidenan Slowakia yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Slowakia untuk Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa Pancasila dan falsafah Unity in Diversity telah menjadi landasan yang sangat krusial bagi Indonesia untuk menyatukan bangsa Indonesia yang beragam dari segi bahasa, suku bangsa, maupun agama. Menurutnya, saat ini publik Slowakia juga dihadapkan dengan banyaknya anggapan dan prasangka buruk terhadap umat Islam. Maka dari itu, inisiasi yang dilakukan Indonesia sebagai negara muslim terbesar melalui pameran foto merupakan salah satu cara yang sangat baik untuk menunjukkan kehidupan beragama yang sebenarnya.

Acara ditutup dengan doa yang dilakukan oleh masing-masing perwakilan agama yaitu Islam, Hindu, Buddha, Konghucu dan Kristen, yang dilakukan oleh WNI yang tinggal di Slowakia. Selanjutnya, tamu undangan disuguhi dengan aneka kue tradisional dan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas terselenggaranya pameran foto Indonesia: Unity in Diversity.

Pameran berlangsung di gereja tua bergaya gothic yang dibangun pada tahun 1297, berlokasi di Old Town Bratislava. Namun sejak tahun 1782, tidak dipergunakan lagi sebagai tempat ibadah tetapi dialih fungsikan sebagai bangunan bersejarah dan tempat pameran. Sehingga, selama pameran berlangsung, tidak hanya dihadiri pengunjung asal Slowakia tetapi juga kalangan turis yang sedang berkunjung ke Bratislava. Diperkirakan sekitar 1.500 pengunjung datang ke pameran ini selama pameran berlangsung. Pameran akan dilanjutkan dengan series of photo lecture oleh Pavol Demes di berbagai universitas di Slowakia.(Sumber: KBRI Bratislava)