Petani Rumput Laut Zanzibar Apresiasi Dukungan Teknik dari Indonesia


Dar Es Salaam, Tanzania: ​Teknik pengolahan produk perikanan budidaya asal Indonesia yang aplikatif kembali mendapat sambutan positif di Afrika. Kesan positif terhadap teknologi asal Indonesia disampaikan oleh Safia Hashim Makame, Ketua Petani Rumput Laut saat Prof. Dubes RI untuk Tanzania, Ratlan Pardede berkunjung ke Distrik Bweleo, Zanzibar. (25/11/2017).


"Kami berterima kasih kepada pihak Indonesia yang telah membagi pengetahuan pemberian nilai tambah terhadap rumput laut kepada petani di Zanzibar" ujar Safia. Safia menjelaskan sebelum kedatangan ahli pengolahan rumput laut asal Indonesia, petani hanya menjual rumput laut mentah dengan harga yang rendah.

Setelah kedatangan Maria Gigih Setiarti, ahli pengolahan rumput laut Indonesia, Safia bersama kelompok petani rumput laut lainnya sekarang dapat membuat ragam produk olahan rumput laut. Rasa kagum terhadap kemampuan Indonesia dalam membuat produk olahan rumput laut membuat para petani ingin juga  berkunjung dan belajar langsung di Indonesia.

"Saya ingin kerja sama antara Indonesia dengan Zanzibar secara konkret juga memberikan kesempatan bagi kami para petani untuk belajar rumput laut langsung ke Indonesia" bujuk Miriam Mizuangi, Kepala Kelompok Pengolahan Rumput Laut Bwejuu,  Zanzibar.

Saat berkunjung langsung di pertanian rumput laut di Distrik Bweju, Provinsi Zanzibar Selatan, Dubes Pardede juga berkesempatan turun ke laut untuk melihat langsung teknik budi daya rumput laut  serta makanan dari olahan rumput laut yang disiapkan kelompok tani di distrik tersebut.

"Indonesia akan terus berkolaborasi dengan Zanzibar secara bertahap dalam pengembangan produk olahan rumput laut" jelas Dubes Pardede. Penanaman rumput laut di Zanzibar dilakukan oleh sekitar 23000 petani yang didominasi oleh perempuan dimana setiap tahunnya mereka menghasilkan 15000 ton rumput laut hampir keseluruhannya ditujukan untuk pasar ekspor.

Selama tiga hari Dubes Pardede melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Kepulauan Zanzibar untuk memetakan  kembali potensi kerja sama antara Indonesia dengan Tanzania. Pengembangan pengolahan rumput laut merupakan salah satu sektor kerja sama potensial yang berhasil diidentifikasi. (Sumber: KBRI Dar Es Salaam)