Peran Kunci Industri 4.0 Untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan & Agenda 2030

Bali, 8 November 2018 - Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral, Febrian A. Ruddyard berbagi pandangannya tentang “Industry 4.0 – Challenges, Opportunities, Drivers and Outlook" sebagai salah satu pembicara dalam sesi utama bersama Dr. Ngakan Timur Antara (Kemenperin) dan Jouke Verlinden (TUDelft Netherlands)

Dirjen KSM menjelaskan perkembangan revolusi industri, sejak era Industri 1.0 yang ditandai dengan penggunaan air dan tenaga uap dalam mekanisasi produksi. Hingga Industri 4.0 yang menekankan inter-konektivitas digital.

Datangnya Revolusi Industri Keempat atau Industri 4.0 adalah periode baru dengan perubahan yang mendalam dan transformatif. Transformasi Industri 4.0 melaju dengan kecepatan yang eksponensial, tidak linear. Karena itu, dunia perlu menanggapi Industri 4.0 dengan pendekatan yang terintegrasi dan komprehensif, melibatkan semua pemangku kepentingan, dari sektor publik dan swasta hingga akademisi dan masyarakat sipil.

Ada sejumlah peluang kunci untuk Industri 4.0, Pertama, peluang untuk meningkatkan keuntungan dengan mengurangi hambatan antara inventor dan pasar. Kedua, Revolusi Industri 4.0 adalah kekuatan besar untuk inklusi ekonomi. Ketiga, Industri 4.0 memberdayakan UKM. UKM adalah tulang punggung perekonomian di beberapa negara di Asia Pasifik. Keempat, Industri 4.0 meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kelima, Revolusi Industri ke-4 meningkatkan konektivitas.

Dirjen KSM menyampaikan pada audiens bahwa penting bagi pemerintah untuk berpikir kreatif tentang bagaimana dapat meningkatkan proses penyusunan kebijakan, menetapkan standar dan peraturan dalam skala regional. Di era Industri 4.0, pemerintah harus lebih inklusif dan memelihara kolaborasi antar para pemangku kepentingan.

Sub-tema lain yang memicu banyak diskusi dalam sesi ini adalah hubungan antara Industri 4.0 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sebagaimana dikatakan oleh Wakil Menteri dalam pidato pembuka RCID, sifat multidimensional dari Industri 4.0 memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian SDGs.

Menanggapi hal ini, Dirjen KSM menegaskan kembali bahwa digitalisasi dan teknologi sebagai elemen penting dari Industri 4.0 akan sangat berkontribusi terhadap pencapaian berbagai elemen dalam SDGs, antara lain, seperti Kesehatan, Pendidikan, Energi Terjangkau dan Bersih, Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi.

Secara keseluruhan, peluang dari Industri 4.0 harus menjadi alat dalam mencapai Agenda 2030 dan SDGs. Pemanfaatan aspek-aspek dalam Industri 4.0 dapat dioptimalkan untuk menemukan cara baru dalam menghadapi tantangan global utama dunia saat ini. 

--- 0 ----

Kementerian Luar Negeri