Pengembangan Kerjasama Isu Strategis Melalui MoU antara NAM CSSTC dan IORA

​​
Jakarta, Indonesia – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) on the Collaborative Framework between the Indian Ocean Rim Association (IORA) and the Non-Alligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC). (28/11)

“Saya menyambut baik langkah kongkrit peningkatan kapasitas di kawasan IORA dalam bidang seperti blue economy, UMKM, dan pemberdayaan perempuan,” demikian disampaikan Menlu Retno.

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur NAM CSST, Dubes Prianti Gagarin Singgih-Djatmiko , dan Sekretaris Jenderal IORA, KV Bhagirath. MoU yang ditandatangani sore ini memuat pengembangan kerja sama antara NAM CSSTC dan IORA dalam berbagai isu, antara lain pembangunan ekonomi biru, pendanaan usaha kecil dan menengah, pemberdayaan ekonomi perempuan, energi terbarukan, dan manajemen penanganan bencana, melalui saling tukar keahlian dan informasi.

MoU ini diharapkan dapat mendukung pencapaian visi strategis IORA yang tertuang dalam Jakarta Concord dan rencana aksinya.

​“Penandatanganan MoU ini merupakan salah satu upaya dari NAM CSSTC sebagai organisasi internasional yang membawahi Gerakan Nonblok yang beranggotakan 120 negara untuk menjalin kerja sama dengan organiasi-organisasi regional, termasuk IORA" ucap Dubes Prianti Gagarin.

Sementara, Sekretaris Jenderal IORA menyampaikan bahwa MoU ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota IORA, termasuk Indonesia. Dalam kesempatan ini, Sekretaris Jenderal IORA juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia sebagai bagian dari Troika kepemimpinan IORA. Indonesia secara resmi memegang keketuaan IORA periode 2015 – 2017 yang sebelumnya dijabat Australia pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke – 15 di Padang. Indonesia dinilai memainkan peran yang dinamis dalam mewujudkan dua dokumen penting dalam IORA, yakni IORA Concorde dan IORA Action Plan untuk 5 tahun.

Acara penandatangan MoU ini juga bersamaan dengan kunjungan perpisahan Sekretaris Jenderal Bhagirath kepada Menlu Retno Marsudi. Sekjen Baghirath sebelumnya telah menjabat sebagai Sekjen IORA selama lima tahun sejak tahun 2013. Untuk periode 2018-2022 Sekjen IORA adalah Nomvuyo Nontsikelelo Nokwe dari Afrika Selatan. (Dit.Infomed)​