Parlemen Australia Tegaskan Indonesia Adalah Mitra Utama Australia


Canberra, Australia: Sejumlah anggota Parlemen Australia yang tergabung dalam Komite Bersama Bidang Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan atau Joint Standing Committee on Foreign Affairs, Defense and Trade (JSCFADT) menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra utama bagi Australia, termasuk dalam membantu menciptakan perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan di kawasan, seperti melalui kerjasama kedua negara dalam Bali Process dan East Asia Summit (EAS) serta Indian Ocean Rim Association (IORA). Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua JSCFADT, Senator David Fawcett ketika menerima audiensi Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo di Gedung Parlemen Australia (06/12).

Dalam pertemuan tersebut, Senator David Fawcett yang berasal dari Negara Bagian Australia Selatan, didampingi sejumlah mitranya, baik dari kalangan senator maupun anggota parlemen pendukung pemerintah yang sedang berkuasa maupun oposisi. Banyaknya anggota Komite yang dipimpinnya ini menunjukkan tingginya perhatian Parlemen Australia terhadap Indonesia sebagai negara tetangga terdekat dan terbesar bagi Australia.

Dubes RI secara khusus memberikan informasi terkini kepada Senator dan anggota Parlemen Australia mengenai hubungan dan kerja sama bilateral Indonesia dan Australia di berbagai bidang, mulai dari politik-keamanan dan militer, ekonomi, sosial budaya, pendidikan hingga pariwisata. Menurut Dubes RI, hubungan kedua negara saat ini dalam tataran yang sangat baik, seperti tercermin dari kedekatan dan tingginya intensitas pertemuan tingkat kepala pemerintahan, menteri, parlemen, pengusaha, akademisi hingga masyarakat.

"Kedua negara juga tengah menaikkan status hubungan bilateralnya dari Kemitraan Strategis menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (KSP). Selama ini hanya sedikit negara di dunia yang memiliki status hubungan seperti ini dengan Indonesia", ujarnya.

"Dalam waktu dekat, kedua negara bahkan juga akan merampungkan perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IACEPA. Melalui IACEPA, diharapkan akses pasar Australia bagi produk barang dan jasa Indonesia dapat terbuka lebih lebar lagi. Perjanjian tersebut akan mendorong peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi kedua negara", tambah Dubes Kristiarto.

Sementara itu, menurut Senator Ian MacDonald, kedua negara perlu memperkuat kerja sama perdagangan, khususnya peternakan dan ekspor sapi serta daging sapi. Sedangkan Senator Claire Moore lebih menekankan pentingnya peningkatan kerja sama pendidikan, budaya dan Bahasa Indonesia. Senator Moore yang berasal dari Negara Bagian Queensland bahkan secara khusus mengundang Dubes RI untuk datang dan mempromosikan Indonesia di negara bagian tersebut.

​Pertemuan antara Dubes RI dengan para anggota Komite Bersama Bidang Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan Australia ini merupakan bagian dari upaya kedua pihak untuk semakin meningkatkan saling pengertian kedua negara sekaligus memperkuat kemitraan antara Parlemen Australia dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra. Beranggotakan 32 orang, Komite Bersama Bidang Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan yang dibentuk sejak tahun 1952 ini merupakan komite yang paling besar di Parlemen Australia dan memiliki mandat yang kian meningkat. (Sumber: KBRI Canberra)