Gerbong Kereta Indonesia Jadi Andalan di Bangladesh

Dhaka, Bangladesh - Kualitas dan kekuatan gerbong kereta api buatan Indonesia, menjadi faktor utama PT Industri Kereta Api (Inka) kerap kali memenangkan tender pengadaan gerbong kereta penumpang oleh Pemerintah Bangladesh. PT INKA telah mengekspor gerbong kereta penumpang ke Bangladesh sejak tahun 2005, berlanjut pada pemesanan 150 gerbong pada tahun 2016 senilai US$ 72 juta. Minat Bangladesh terhadap gerbong buatan PT INKA berlanjut di tahun 2018, PT INKA kembali memenangkan tender untuk pengadaan 250 gerbong kereta penumpang yang akan mulai dikirim pada Januari 2019.

Jenis gerbong kereta yang dikirimkan PT INKA berjenis MG (Meter Gauge) dan BG (Board Gauge).  Staf Purna Jual PT INKA, Triono, menyatakan bahwa Bangladesh menginginkan gerbong kereta dibuat kokoh. Hal ini dikarenakan jumlah penumpang kereta api di Bangladesh yang sangat membludak, sehingga otoritas setempat masih membiarkan penumpang berada di atas atap kereta.

"Ya, benar, (dibuat) sangat kuat. Di atas rata-rata ukuran (kereta) Asia, karena memang di sini, aturan untuk naik kereta di atas (gerbong) masih diperbolehkan," ungkap Triono saat ditemui di Stasiun Kamalapur, Dhaka, Bangladesh (20/11). Stasiun Kamalapur menjadi stasiun utama bagi masyarakat Bangladesh untuk bepergian dari Ibu Kota, Dhaka, ke berbagai kota lain Bangladesh.

Terlebih lagi, dengan jumlah penduduk sebanyak 164,7 juta (survey World Bank, 2017). Bangladesh membutuhkan banyak gerbong kereta sebagai moda transportasi masal, Bangladesh Railways sebagai otoritas perkeretaapian di Bangladesh harus memaksimalkan panjang rangkaian hingga 18 gerbong, dimana di negara-negara lain panjang rangkaian hanyalah 12 gerbong.

"Kontrak-kontrak kita juga disertakan jaminan selama 2 tahun, kemudian untuk pendampingan operasionalnya sampai 2 tahun juga. Saat ini ada 20 pegawai Bangladesh Railways yang sedang menempuh pelatihan di Akademi Perkeretapian Indonesia di Madiun " tambah Triono.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Bangladesh, Rina. P. Soemarno, menyatakan keberhasilan Indonesia dalam mengekspor gerbong kereta ke Bangladesh merupakan salah satu bentuk diplomasi ekonomi Indonesia.

Dubes Rina menyatakan bahwa Bangladesh telah menyampaikan keinginan untuk membeli kereta bertingkat (double-decker coach) dari PT INKA dalam upaya menyeimbangkan kapasitas angkutan umum dengan jumlah penduduk. Selain gerbong kereta penumpang, Bangladesh juga mengincar untuk membeli gerbong kereta mewah (luxurious coach) dan gerbong ambulans yang dimaksudkan sebagai langkah pencegahan jika terjadi bencana alam. Gerbong ambulans ini akan dapat menolong para korban bencana alam, seperti kita ketahui melihat kondisi geografisnya, Bangladesh​​ merupakan negara yang rentan terhadap bencana alam. (Dit. Infomed)

​